Kepulauan Kangean Tidak Diperhatikan, Warga Berharap Ada Kepedulian Pemerintah

Pengamat politik asal Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo (tengah) berfoto dengan Komunitas Mengawal Kangean di Hotel Aria Centre, Surabaya, Kamis (25/1/2018)

Teropongmetro.com – Menjelang Pilkada serentak 2018, para bakal calon sedang sibuk memperkenalkan diri maupun visi dan misi mereka. Pertanyaannya, apakah perhatian mereka juga mampu sampai hingga penduduk di wilayah Kepulauan yang jauh dari pusat pemerintahan?

Sebab, ada banyak masyarakat yang berada di Kepulauan Kangean, Sumenep, yang merasa tidak begitu diperhatikan oleh pemerintah Jawa Timur.

Koordinator Komunitas Mengawal Kangean, Dr Ainur Rahim mengatakan jika selama ini Kepulauan Kangean hanya diperhatikan ketika ada momen politik seperti Pemilihan Umum. Utamanya, Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur yang akan berlangasung pada bulan Juni 2018.

“Selama ini kami melihat, jika pembangunan itu hanya dilakukan di wilayah daratan saja. Sedangkan kami yang berada di wilayah maritim tidak diperhatikan. Kami ini seakan dianggap bukan manusia, kita hanya dimanusiakan ketika momen politik saja, tapi saat semua usai kita tidak pernah diperhatikan,” katanya saat ditemui di Hotel Aria Centre, Surabaya, Kamis (25/1/2018).

Pria yang kerap disapa Ainur itu mengaku, jika saat ini dari total sekitar 240 ribu masyarakat di Kepulauan Kangean sekitar 40 persen bekerja sebagai TKI di Malaysia. Ia mengatakan, jika hal itu dipilih karena minimnya mata pencaharian di sana kecuali sebagai nelayan.

Ainur menyesalkan, begitu pasifnya pemerintah provinsi Jawa Timur dalam memaksimalkan potensi yang ada disana untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Hingga saat ini belum ada policy yang diberi oleh Pemprov Jatim. Harusnya sudah ada policy untuk menjadikan poros pembangunan baru, ditengah kejenuhan pembangunan di daratan,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap dua kandidat yang sudah ada yakni Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak bisa mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Kangean.

“Jangan jadikan kami masa gerombolan biasa. Tapi lihat kami sebagai kekuatan untuk membangun Jatim bersama,” harapnya.

Sementara itu, pengamat politik asal Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo melihat jika pembangunan yang dilakukan pemprov banyak terpusat di Kota Surabaya.

“Konsen kita selalu di surabaya bukan di seluruh Jawa Timur. Bahkan, Banyuwangi yang ada emasnya, Lumajang ada pasirnya itu gak dimaksimalkan. Malah itu jadi modal bagi orang-orang (pengusaha) Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan pembangunan hanya terfokus di Surabaya. Di antaranya tidak adanya kepedulian dari pemprov Jatim dan DPRD Jatim untuk melakukan pembangunan secara merata, tidak adanya pengetahuan terkait potensi yang ada.

Ia juga melihat, tidak adanya keterwakilan masyarakat Kangean di DPRD Jatim atau pusat menjadi penghambat pembangunan.

“Potensi kita ada, tapi gak pernah dibuka oleh pemerintah,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap adanya kepedulian dari pemerintah yang baru untuk membuat kebijakan dalam pengenbangan pembangunan di wilayah kepulauan. (Ra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here