Ketua DPR Jadi Warga Persyarikatan, Bangga Pakai Batik Muhammadiyah

Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Teropongmetro.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo resmi diangkat menjadi warga Muhammadiyah. Alasannya, visi dan pemikiran politikus partai Golkar yang akrab disapa Bamsoet itu dinilai sejalan dengan organisasi yang saat ini dipimpin oleh Haedar Nashir.

Status warga Muhammadiyah untuk Bamsoet disematkan secara spontan pada acara peresmian Grha Suara Muhammadiyah di Yogyakarta, Minggu (25/2).

Baca Juga : Keren..!!! Di Pupuan, Koster-Ace “Terkunci” Menang 80 Persen

Hadir dalam acara ini antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Buya Ahmad Syafii Maarif, Menkominfo Rudiantara, Mendikbud Muhadjir Effendy, anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Mukhamad Misbakhun, anggota Fraksi Nasdem  DPR RI Ahmad Syahroni, Ketua Umum PP Aisyah Nurjanah, Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta  Brigjen Pol Ahmad Dofiri, serta mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas.

Dalam pidato sambutannya, Bamsoet mengaku sangat bangga telah menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. “Walaupun hari ini saya baru disematkan baju batik resmi Muhammadiyah,” ucap Bamsoet dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, Bamsoet menjelaskan, dirinya menyampaikan kegalauannya mengenai perkembangan praktik demokrasi yang belakangan ini makin tak menggembirakan. Diantaranya, ihwal pemilihan kepala daerah yang yang sangat transaksional.

“Saya meminta secara khusus agar Muhammadiyah mengkaji kembali sistem pemilihan langsung dalam demokrasi kita, terutama dalam pilbup, pilwalkot dan pilgub. Apa lebih banyak mudaratnya atau manfaatnya,” ungkapnya

Lebih lanjut, Bamsoet menambahkan, jika demokrasi transaksional yang brutal terus dibiarkan berlangsung, maka bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia akan dikuasai oleh para pemodal baik langsung maupun tidak langsung.

“Bisa jadi, 10-20 tahun ke depan, kita tidak mungkin lagi punya presiden yang di belakang namanya berakhiran ‘O’. Seperti Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Karena peran para pemodal semakin mendominasi,” ujarnya

Baca Juga : Penuhi Panggilan Polisi, Elvi Sukaesih Diperiksa Sebagai Saksi Anaknya

Sedangkan terkait peresmian gedung Grha Suara Muhammadiyah, Bamsoet mengharapkan sarana itu makin memajukan Suara Muhammadiyah sebagai media kebanggaan seluruh organisasi kemasyarakatan yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu. Mantan wartawan itu menambahkan, tantangan bagi bisnis media di era digital makin berat.

“Bahkan tidak sedikit media konvensional yang gulung tikar akibat tidak bisa menyesuaikan perubahan zaman. Saya angkat topi karena Suara Muhammadiyah yang sudah berusia 103 tahun bisa tetap survive dan menjadi media terlama yang masih terbit serta eksis,” ujar Bamsoet.

Politisi Partai Golkar itu juga berpesan agar Suara Muhammadiyah tidak  berhenti berikhtiar dan melakukan terobosan. Terlebih, Suara Muhammadiyah pada Hari Pers Nasional 2018 menerima penghargaan sebagai Media Dakwah Perjuangan Kemerdekaan RI dalam Bahasa Indonesia.

Baca Juga : Tips Ampuh Untuk Menghilangkan Nyeri Sakit Gigi Yang Mengganggu

“Saya yakin Suara Muhammadiyah tetap akan menjadi media dakwah dan pendidikan yang mencerdaskan kehidupan ummat dan bangsa. Media perjuangan yang kokoh menyuarakan modernisasi pemikiran Islam serta membela kebenaran dan keadilan,” jelas Bamsoet.

Menurut dia, kekuatan Suara Muhammadiyah terletak pada kreativitas dan inovasi anak-anak muda yang menggawanginya.  “Karena itu, saya juga berharap Suara Muhammadiyah bisa menjadi benteng anak-anak muda dari pengaruh paham radikalisme serta aliran pemikiran ekstrim lainnya,” kata Bamsoet.

Mantan ketua Komisi III itu secara khusus juga menyampaikan keprihatinan atas maraknya hoaks yang menyesatkan masyarakat. Bamsoet mengajak Suara Muhammadiyah bisa membawa masyarakat memerangi berita hoaks.

“Saya harap Suara Muhammadiyah bisa menjadi media yang membawa pencerahan ditengah berseliwerannya berita hoaks di berbagai media sosial. Berita hoaks ini sangat menyesatkan dan cenderung mengadu domba masyarakat. Ini tugas sekaligus tantangan besar bagi kita semua agar membawa masyarakat terbebas dari hoaks. Insyaallah kelak akan menjadi tambahan ladang amal ibadah bagi kita,” pungkas Bamsoet. (Ra)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment