Hari Pusaka Dunia, Generasi ‘Milenial’ Sebagai Pelestari Budaya Bangsa

generasi muda sebagai penjaga dan peletari budaya bangsa
Direktur warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud, DR. Nadjamuddin Ramli. M.Si.

Teropongmetro.com, Jakarta – Banyak peninggalan sejarah atau pusaka Indonesia yang kini tercemar, rusak, hancur, bahkan hilang. Minimnya pengetahuan serta rendahnya kepedulian masyarakat terhadap sejarah dinilai sebagai salah satu penyebabnya.

Direktur warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud, Nadjamuddin Ramli, mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki paling banyak peninggalan pusaka (heritage), baik pusaka benda maupun tak benda sebagai warisan leluhur bangsa, namun masih banyak yang belum tahu tanggal 18 April 2018 diperingati sebagai hari pusaka dunia atau world heritage day yang telah dicanangkan badan dunia UNESCO sejak tahun 1983.

“Indonesia negeri yang sangat kaya akan kebudayaan dan warisan budaya, salah satu warisan leluhur bangsa yang telah di akui oleh Unesco sebagai warisan dunia”, tutur Nadjamuddin Ramli dalam siaran persnya, Selasa (17/4/2018).

Karena itulah gerakan nusantara berkemajuan menganggap perlu adanya tindakan nyata untuk menyelamatkan warisan budaya Indonesia. Sekaligus memberi pengetahuan kepada masyarakat terkait langkah-langkah tepat melindungi peninggalan sejarah yang sangat berharga itu.

Ketua Gerakan Nusantara Berkemajuan, Ikhwan Syah Nasution mengatakan tujuan peringatan HPD adalah untuk meningkatkan kepedulian akan kekayaan pusaka baik budaya dan alam, serta upaya-upaya untuk melindungi dan melestarikannya. Tahun 2018 ini, tema peringatan HPD adalah “Heritage for Generations” yang dipilih dalam konteks meyiapkan generasi muda sebagai pelestari pusaka.

“Candi Borobudur adalah warisan bangsa Indonesia. Maka pantaslah kita generasi muda untuk turut meramaikan peringatan ini mengingat urgensi menjaga kelestarian dan keutuhan warisan bangsa. Tentunya hal ini penting dilakukan di tengah keprihatinan semakin banyaknya penghancuran dan pengrusakan cagar budaya yang terjadi di Indonesia”, ungkap Ikhwan melalui pesan singkatnya, Selasa (17/4).

Lanjutnya, Gerakan Nusantara Berkemajuan menginisiasi sebuah diskusi Kelompok Terpumpun nan kritis dan reflektif yang rencananya diselenggarakan tanggal 24 April di syahida inn jakarta mengambil thema : Borobudur Warisan Dunia Untuk “Generasi Millenial”.

“fokus bincang kita pada optimalisasi dan Intensifikasi langkah pelestarian cagar budaya atau warisan budaya. Bagaimana agar Borobudur memiliki memori kolektif bagi masyarakat, dan tentu generasi millenial harus mempertanyakan kembali, bagaimana sesungguhnya cara yang tepat untuk memahami, melindungi, serta memanfaatkan cagar budaya untuk generasi muda”. Pungkas Ikhwan yang juga politisi senior.

Sementara itu sekretaris Gerakan Nusantara Berkemajuan, Bob Febrian menambahkan, mengapresiasi kegiatan yang akan dijalankan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap budaya dan pusaka bangsa.

“Pemilihan situs candi borobudur sebagai objek untuk memperingati Hari Pusaka Dunia, dengan harapan dapat menjadi tonggak apresiasi dan perhatian terhadap berbagai upaya pelestarian situs budaya warisan leluhur dan mendorong pengelolaan bersama antara semua pihak pemangku kepentingan”, kata Bob Febrian.(Egk/TM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here