Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Fashion Muslim Dunia

Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Fashion Muslim Dunia
Ilustrasi

Teropongmetro.com, Jakarta – Indonesia dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat fashion muslim dunia. Namun, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Industri fashion muslim Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk bisa menjadi pusat fashion muslim dunia. Hanya saja, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang masih mendera industri fashion muslim kita dan ini harus segera diselesaikan. Pasar kita besar dan budaya kita sangat kuat, ini bisa menjadi kekuatan terbesar kita nantinya,” ujar Ketua Pokja Industri Kreatif Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid dalam keterangannya, Jumat (20/4/2018).

Irfan mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara dengan konsumsi terbesar di dunia pada busana muslim. Namun sayangnya, Indonesia bahkan tidak masuk ke dalam jajaran 10 besar fashion muslim dunia.

“Tentunya ini sangat disayangkan mengingat potensi yang kita miliki,” kata Irfan yang ikut mendampingi Presiden Joko Widodo saat meninjau stan-stan pameran.

Pada tahun 2016, Indonesia menghabiskan konsumsi untuk busana muslim sebesar 13.5 miliar USD atau terbesar kelima di dunia (The State of Global Islamic Economy Report, 2016). Angka ini semakin mengindikasikan tingkat konsumsi yang tinggi dari negara kita, yang juga dipengaruhi oleh total populasi muslim Indonesia yang merupakan terbesar di dunia saat ini.

Potensi ini yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai “pasar” saja, tetapi menjadi produsen utama fashion muslim dunia. Performa sektor fashion pada umumnya di Indonesia sangat baik. Pada tahun 2016, sektor fashion menyumbang total 18% terhadap PDB sektor ekonomi kreatif atau yang paling besar dibanding subsector ekonomi kreatif lainnya.

Sebelumnya, KEIN telah menjadikan fashion muslim sebagai salah satu bahan kajian bersama para stakeholder industri fashion muslim. Dalam diskusi dan kajian tersebut dihasilkan beberapa poin penting di antara lain adalah positioning industri fashion muslim Indonesia, keterhubungan industri hulu dan hilir fashion muslim, pelatihan dan pendidikan sumber daya manusia, pencanangan design district fashion muslim di Indonesia, isu fashion internasional; perpajakan dan pembiayaan, serta biaya ekspor dan logistik.

“Isu di atas merupakan rangkuman dari permasalahan-permasalahan yang selama ini masih menjadi batu sandungan bagi industri fashion muslim Indonesia untuk bertumbuh lebih jauh,” paparnya.

“Kita harus mengejar ketertinggalan. Kita harus bisa menyaingi Singapore dan Malaysia yang masuk ke dalam jajaran 10 besar fashion muslim dunia. Untuk itu, kita perlu menata ekosistem bisnis yang kondusif dan suportif terhadap industri fashion muslim. Kita harus bisa membantu industri ini tumbuh menjadi salah satu industri masa depan yang menjanjikan bagi perekonomian bangsa,” tambah Irfan seperti yang dilansir dari detik.com.

Muslim Fashion Festival atau Muffest resmi menginjakkan kaki pada tahun ketiga pelaksanaannya. Muslim Fashion Festival (Muffest) 2018 yang dilaksanakan pada 19 – 22 April 2018 di Jakarta Convention Centre, Senayan berisikan beberapa rangkaian acara di antara lain adalah pameran, fashion show, dan talkshow.

Acara ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian Indonesia melalui industri fashion muslim yang sedang menggeliat serta diharapkan untuk mampu memberikan pandangan terhadap pemerintah Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia.

Acara ini dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo yang hadir dengan menggunakan peci, kameja batik, dan sarung garut. Selain itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto serta beberapa jajaran kementerian/lembaga lainnya ikut memeriahkan pembukaan acara tersebut.(Egk/Ps)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here