Dikabarkan Tewas Ditembak, Wartawan Rusia Tiba-tiba Muncul dalam Konferensi Pers

Dikabarkan Tewas Ditembak, Wartawan Rusia Tiba-tiba Muncul dalam Konferensi Pers
Wartawan Rusia, Arkadiy Babchenko

KIEV (teropongmetro) – Kemunculan Arkadi Babchenko ke konferensi pers Rabu (30/5/2018), dan mengaku kalau pembunuhan yang menimpa dirinya menuai kecaman.

Salah satunya datang dari organisasi pengawas Jurnalis Lintas Batas (RSF) yang menyesalkan operasi yang dilakukan dinas keamanan Ukraina.

Kepala RSF, Christophe Deloire, memulai pernyataan dengan mengaku lega Babchenko ternyata masih hidup dan kelihatannya baik-baik saja.

“Kami menyesalkan tindakan sembrono polisi Ukraina yang bermain-main dengan kebenaran apapun motifnya,” kata Deloire dilansir AFP.

Dia memperingatkan bahaya dari memalsukan kematian. Salah satunya operasi itu tidak akan bisa mengubah kemerdekaan pers.

“Selain itu, kasus ini membuat segala bentuk laporan mengenai adanya pembungkaman kritik dengan cara pembunuhan diragukan,” tutur Deloire.

Selain RSF, Rusia melalui kementerian luar negeri berkata langkah Babchenko merupakan bentuk propaganda untuk mendiskreditkan otoritas Kremlin.

“Kami lega dia masih hidup. Namun, kami juga jadi tahu bahwa ini merupakan provokasi anti-Rusia yang lain,” ujar kemenlu.

Mantan kolega Babchenko, jurnalis investigasi Andrei Soldatov, juga menyayangkan operasi itu melalui kicauan di Twitter.

Dia menyebut Babchenko terlalu melampaui batas. Babchenko, katanya, adalah jurnalis, bukan seorang penegak hukum.

“Saya lega dia masih hidup. Namun, tindakannya telah menurunkan kredibilitas wartawan dan perusahaan media,” kritik Soldatov.

Sebelumnya, Babchenko muncul dalam konfernsi pers kurang dari 24 jam setelah dia dilaporkan tewas dibunuh Selasa (29/5/2018).

Dalam pembunuhan palsu tersebut, Babchenko ditembak dari belakang oleh seseorang tak dikenal ketika tengah membeli roti.

Kepala Keamanan Ukraina, Vasyl Grytsak, menyebut operasi itu terpaksa dilakukan karena mereka ingin mengungkap pembunuh sebenarnya.

Berkat aksi Babchenko, Grytsak mengklaim polisi telah melakukan penahanan terhadap satu orang yang diduga menjadi otak percobaan pembunuhan yang sebenarnya.

Babchenko dikenal sebagai pengkritik pemerintah Rusia. Sebelum meninggalkan Moskwa, dia sempat bekerja untuk surat kabar oposisi Rusia dan stasiun radio liberal.

Babchenko meliput konflik di Ukraina timur antara pasukan Ukraina dan separatis pro Rusia yang menewaskan lebih dari 10.000 orang dalam empat tahun. (*)

Sumber : kompas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here