UAD Sebagai Perguruan Tinggi Swasta Terbaik Menurut Kemenristekdikti

UAD Sebagai Perguruan Tinggi Swasta Terbaik Menurut Kemenristekdikti
Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

YOGYAKARTA (TEROPONGMETRO) – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus berupaya melakukan akselerasi, salah satu capaiannya yaitu dengan meraih akreditasi institusi dengan predikat A pada 2017 lalu.

Pada tahun 2018 ini, UAD kembali mendapatkan prestasi membanggakan dengan menduduki posisi terbaik dari deretan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menurut pemeringkatan Kemenristekdikti dalam Science and Technology Index (SINTA).

Pemeringkatan ini bisa secara langsung diakses melalui situs http://sinta2.ristekdikti.go.id. Melalui SINTA, Kemenristekdikti melakukan pemetaan terhadap kepakaran dosen serta meranking kinerja jurnal nasional dan internasional yang terdaftar di Indonesia.

Perolehan ini menurut Rektor UAD, Kasiyarno sebagai pendorong produktivitas dosen dalam melakukan publikasi.

Sejalan dengan itu, Kasiyarno juga mengatakan bahwa UAD terus melakukan penguatan SDM dengan mendorong para dosennya untuk aktif melakukan penelitian dan mempublikasikannya.

“Hal tersebut tercermin dari terus meningkatnya alokasi dana penelitian yang diberikan oleh UAD. Tahun ini, kurang lebih ada 124 judul penelitian yang lolos dan mendapatkan dana hibah,” terang Kasiyarno, Selasa (5/6) di Yogyakarta.

islamic center
Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan.

Di samping itu, UAD juga menjadi perguruan tinggi dengan jumlah ajuan judul terbanyak yang menerima dana hibah. Selain memberi support dengan dana penelitian kampus, UAD juga mendorong mereka untuk mendapatkan dana hibah dari institusi lain,” lanjut Kasiyarno.

Bukan hanya itu, tahun ini UAD juga berhasil masuk sebagai ‘Top Ten’ Perguruan Tinggi Indonesia berdasarkan jumlah sitasi google scholar yang masuk dalam index SINTA Kemenristekdikti. UAD sendiri masuk dalam nomor 8 setelah UGM, UI, ITB, IPB, UNHAS, UNDIP, dan LIPI (non-perguruan tinggi) yang membuat UAD terdepan dari PTS dan PTN lain di Indonesia.

Kepala Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) UAD, Tole Sutikno mengatakan bahwa keberadaan SINTA sendiri didorong akan kegelisahan untuk mendorong dosen agar bisa berkarya nyata dengan memperbanyak publikasi ilmiah. Sedangkan dampak keberadaan SINTA menurutnya cukup signifikan. Dengan sistem yang memungkinkan untuk mengindeks serta mendisplay performa dosen secara langsung ini, beberapa waktu lalu dari jumlah publikasi serta paten Indonesia sempat menyalip Singapura.

UAD juga menorehkan prestasi atas masuknya salah satu dosennya, yaitu Tole Sutikno ke dalam ‘Top 50’ dosen dan peneliti terbaik di Indonesia tahun 2018. Berada di peringkat 26 nasional, membuat Tole tercatat sebagai dosen terbaik dari seluruh PTS di Indonesia.

Belum cukup dengan itu, Jurnal Telecommunication Computing Electronics and Control (TELKOMNIKA) milik UAD pun turut menambahi daftar prestasi UAD tahun ini. Jurnal TELKOMNIKA menempati peringkat pertama di antara seluruh jurnal yang dikelola oleh perguruan tinggi di Indonesia.(muhammadiyah.or.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here