Begini Pembelaan Ngabalin Soal Jokowi Suruh Relawan ‘Berani Jika Diajak Berantem’

0
1139
Begini Pembelaan Ngabalin Soal Jokowi Suruh Relawan ‘Berani Jika Diajak Berantem’
Ali Mochtar Ngabalin Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden.

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Pernyataan Jokowi soal berani jika diajak berantem menuai sejumlah reaksi. Ali Mochtar Ngabalin mengatakan kalau arahan Jokowi yang disampaikan kepada pendukungnya itu tak ada unsur kekerasan dan kebencian. Ia menilai ucapan tersebut dinyatakan dalam rangka untuk memompa semangat pendukungnya.

“Tidak ada kekerasan di situ. Itu artinya memberikan motivasi kepada pasukan,” kata Ngabalin yang juga Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, (05/08/2018).

Selain tak memuat unsur kebencian, kata “berantem” menurut Ngabalin dalam pernyataan Jokowi bermakna adu gagasan dan pemikiran dalam rangka untuk memajukan negara dan bangsa.

“Berantem itu adu argumentasi,” ujar Ngabalin.

Selain itu, Ngabalin juga menyebut kata ‘berantem’ sebagai reaksi atas aksi pihak rival di Pilpres 2019.

“Jangan memulai, dan pasti kita tidak akan memulai,” tutur Ngabalin.

“Di dalam agama, kalau ditampar pipi kiri, Anda boleh juga tampar pipi kirinya. Tapi boleh juga kalau ditampar pipi kirimu, kau kasih pipi kanan ditampar lagi. Artinya boleh diperlakukan setimpal (membalas),” lanjutnya.

Baca Juga: Gempa Berkekuatan 7.0 SR di Lombok, BMKG Sebut Berpotensi Tsunami

Sebelumnya, kata ‘berantem’ yang sedang hangat dibicarakan saat ini disampaikan mantan Wali Kota Solo itu dalam acara rapat umum relawan Jokowi yang digelar di SICC, Sentul, Bogor (04/08/2018).

“Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani,” ucap Jokowi yang disambut riuh relawan sambil berdiri.

“Tapi jangan ngajak lho. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut,” sambung Jokowi.
Pernyataan Jokowi tersebut sontak mendapat respon dari Gerindra.

Gerindra menilai arahan Jokowi tersebut memancing untuk melakukan kekerasan. Padahal menurutnya Pemilu harus jadi ajang adu gagasan dan bukan adu otot.

“Presiden pakai kata-kata ‘tapi kalau diajak berantem juga berani’, seakan-akan presiden menganjurkan bahwa relawan Pak Jokowi beradu fisik dengan relawan Pak Prabowo. Dengan pernyataan presiden itu kan tidak etis ya. Presiden secara tidak langsung menganjurkan kekerasan dalam Pemilu 2019, ini nggak bener,” kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade kepada awak media.(Ra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here