Benarkah Impor Beras 2 Juta Ton Terkait Pemilu? Ini Penjelasan Mendag

Benarkah Impor Beras 2 Juta Ton Terkait Pemilu? Ini Penjelasan Mendag
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa keputusan impor beras sebanyak dua juta ton pada tahun ini sama sekali tidak berkaitan dengan pesta politik Pemilu 2019.

Enggar usai Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Senin (27/8/2018), menjelaskan izin impor beras yang diberikan kepada Perum Bulog bertujuan untuk stabilisasi harga dan menjaga inflasi tetap di level 3,5 persen.

Baca Juga: Sepak Terjang Sandiaga Uno Selama 10 Bulan Jadi Wagub DKI

“Kita bukan hanya semata-mata bicara Pemilu, kita bicara inflasi, bicara harga yang naik tidak mungkin kita biarkan. Bulan apa pun tidak mungkin dibiarkan karena kita akan tetap menjaga inflasi 3,5 persen,” kata Enggar.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan harga beras naik di atas harga eceran tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp9.450 per kilogram.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), per Senin (27/8), tercatat harga beras kualitas medium I sebesar Rp11.700 per kilogram dan beras kualitas medium II sebesar Rp11.600 per kilogram.

Baca Juga: Prabowo-Sandi Didukung Kaum Milenial yang Terbentuk di 20 Provinsi

Adapun impor beras sebanyak 2 juta ton oleh Perum Bulog dilakukan secara bertahap, di antaranya sebanyak 500 ribu ton beras pada Februari 2018 dan 500 ribu ton pada Mei 2018. Sementara itu, sisa kuota impor 1 juta ton dilakukan sebelum akhir September 2018.

Enggartiasto mengungkapkan izin impor dikeluarkan berdasarkan keputusan dari Rapat Koordinasi (Rakor) yang melibatkan Kementerian Pertanian dan Perum Bulog pada April 2018.

Baca Juga: Istana Sebut Gerakan #2019GantiPresiden sebagai Makar

Ia menambahkan bahwa hingga akhir tahun Pemerintah tidak mengeluarkan izin impor beras tambahan karena volume tersebut dianggap cukup dengan asumsi bahwa serapan gabah dari petani lokal sesuai yang ditargetkan.

“Kita anggap cukup dengan asumsi produksinya juga berjalan baik. Yang pasti adalah kalau ketersediaannya cukup dan harganya sesuai dengan HET,” kata Enggartiasto.(ra/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here