KPK Telusuri Aliran Uang Suap Rp5 Miliar ke PDIP

KPK Telusuri Aliran Uang Suap Rp5 Miliar ke PDIP
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempelajari fakta persidangan terhadap Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara, Hasmun Hamzah yang menyebut ada aliran uang suap ke PDIP yang diberikan di kantor DPP PDIP.

Kendati demikian, KPK tidak akan terburu-buru untuk memproses hal itu, karena terlebih dahulu masih diperlukan pembuktian secara detail.

Baca Juga: Pilpres 2019, Demokrat: Perintah SBY Memang Dua Kaki

“Yang disebut-sebut nanti dipelajari dulu apa betul seperti itu perlu, pembuktian yang detail,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Rabu, (12/09/2018).

Masrun dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, pada Rabu (05/09/2018) lalu, menjadi saksi dan mengakui memberikan suap sebesar Rp 6,7 miliar kepada tiga terdakwa. Mereka adalah Wali Kota Kendari nonaktif, Adriatma Dwi Pratama, ayah Adriatma, Asrun, dan mantan Kepala BPKAD Kendari, Fatmawati Faqih.

Hasmun mengaku juga memberikan uang suap kepada PDIP, yang diketahui akan mengusung Asrun dalam pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara.

Hasmun menyebut menyerahkan uang di kantor pusat PDIP sebesar Rp 5 miliar dalam bentuk dolar Amerika Serikat.

Baca Juga: Dolar AS Pagi Ini Masih Betah di Rp14.855

Dalam kesaksiannya, Hasmun ketika itu datang bersama Fatmawati ke Kantor DPP PDIP di Jalan Diponogoro, Jakarta Pusat. Namun hanya Hasmun yang masuk ke dalam kantor dan ditemui seorang perempuan yang tak dikenal dan menyerahkan uang Rp 5 miliar tersebut.

‎Setelah itu, Hasmun kembali ke mobil dan bertemu dengan Fatmawaty. Menurut Hasmun, Fatmawaty sempat mengonfirmasi, apakah uang sudah diserahkan.

“Saya juga nggak nanya. Ini saya asumsi untuk pencalonan. Feeling saja bahwa ini untuk itu,” kata Hasmun dalam persidangan.(ra/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here