Beranda Politik Jokowi Bisa Tumbang, Jika Tiga Jenderal Ini Bersatu di Pilpres 2019

Jokowi Bisa Tumbang, Jika Tiga Jenderal Ini Bersatu di Pilpres 2019

Jokowi Bisa Tumbang, Jika Tiga Jenderal Ini Bersatu di Pilpres 2019
Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Mantan Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo dan Prabowo Subianto.

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Perhelatan Pemilihan Presiden 2019 diprediksi akan berjalan sengit. Pasangan Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin sebagai incumbent akan menerima tantangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menariknya lagi, sejumlah elite partai dan tokoh publik mulai mengerucut untuk mendukung keduanya.

Seperti diketahui, Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bergabung ke kubu Prabowo-Sandiaga. Sementara eks Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo, meski menegaskan tak bergabung ke kubu Prabowo-Sandiaga, PAN masih menunggu sikap resmi Gatot.

Baca Juga: Aksi Damai Mahasiswa Jakarta di Kemenkeu, Stabilkan Ekonomi Atau Lengser!

Sebelumnya, Gatot memang diisukan bergabung dengan partai pro-Prabowo, yakni PAN. Jika SBY, Gatot, Prabowo, dan Amien Rais bersatu, tentu akan menjadi kekuatan dahsyat sehingga bisa memenangi Pilpres 2019.

Pengamat politik dari Universitas Bunda Mulia (UBM) Silvanus Alvin menjelaskan, jika SBY, Prabowo dan Gatot Nurmantyo bersatu apalagi ada ahli politik bapak amien rais yang cerdik meramunya, maka bisa mengalahkan Jokowi di Pilpres 2019. Apalagi, kata dia, Gatot pernah menjadi Panglima TNI era Jokowi sehingga dinilai mengetahui dapur Jokowi.

“Memang betul bila SBY, Prabowo, dan Gatot bersatu solid, maka sulit bagi Jokowi menang di Pilpres 2019,” ungkap Silvanus, Jum’at (14/8/2018).

Baca Juga: Jawa Tengah Kalah, PDIP Yakin Jokowi Akan Keok di Pilpres

Menurut Silvanus, sangat sulit bagi Jokowi untuk menghadapi tiga purnawirawan jenderal TNI tersebut. Apalagi, lajut dia, Gatot pernah menjadi Panglima TNI era Jokowi.

Dengan begitu, minimal Gatot mengetahui dapur Jokowi sehingga bisa mencari celah untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 mendatang. Meski demikian, perlu dicatat bahwa kondisi SBY dan Partai Demorkat yang menjadi penentu kemenangan Prabowo – Sandiaga.

“Alasannya, SBY masih bermain aman, ia masih bermain politik dua kaki,” pungkasNYA. (ra)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here