Kelaparan, 9 Juta Rakyat Venezuela Hanya Makan Satu Kali Sehari

Kelaparan, 9 Juta Rakyat Venezuela Hanya Makan Satu Kali Sehari
Rakyat Venezuela kelaparan.

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Jajak pendapat menemukan 30% atau sekitar 9 juta warga Venezuela makan hanya sekali sehari. Kondisi ini sangat kontras dengan perilaku Presiden Nicolas Maduro yang justru menikmati sajian daging stik di restoran mewah Turki. Ulah Maduro terekam dalam video viral yang membuat rakyat Venezuela marah.

Satu jajak pendapat Menganalisis yang dirilis Senin (17/9) menemukan kebiasaan makan mingguan rakyat Venezuela yakni 30,5% mengaku sering makan hanya sekali sehari dan 28,5% melaporkan “tidak ada atau hampir tidak ada” makanan setidaknya satu hari dalam seminggu. Secara keseluruhan, 78,6% melaporkan kesulitan untuk tetap makan.

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Koordiantor Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Mundur dari PNS

Survei juga menemukan sebanyak 84,3% dari warga Venezuela yang disurvei akan mendukung “intervensi” multinasional jika membawa sejumlah besar makanan dan obat-obatan ke negara itu. Sebanyak 20,5% atau setara dengan 6 juta orang akan meninggalkan negara Amerika Selatan yang dulu kaya itu jika Presiden Nicolás Maduro tetap berkuasa dan situasi ekonomi tidak berubah.

Dari jumlah itu, 15% responden mengaku berencana untuk meninggalkan negara itu sebelum akhir 2018 dan 32% responden berencana untuk pergi pada Juni 2019. Kolombia, Peru, Ekuador dan Cile adalah empat tujuan yang paling banyak dikutip.

Studi Meganalisis ini membuktikan pilihan sulit bagi rakyat Venezuela. Menghadapi kekurangan makanan dan obat-obatan yang parah, rakyat Venezuela semakin terbuka terhadap pilihan ekstrem seperti intervensi asing dan meninggalkan negara itu untuk tetap hidup.

Wakil Direktur Meganalisis Ruben Chrino Leañez mengatakan ketidakmampuan pemerintah untuk menyediakan kebutuhan dasar telah membuka pintu untuk opsi yang tidak terpikirkan beberapa tahun yang lalu.

Baca Juga: Menteri Perdagangan Tak Cakap Urus Impor Beras, Perang Komentar Makin Memanas

“Ada tingkat frustrasi dan keputusasaan di negara yang membuat orang-orang bisa mengatakan ‘Ayo dapatkan bantuan terlepas dari bagaimana ia datang atau dari mana asalnya’,” katanya.

Meganalisis mensurvei 1.100 orang di 16 negara bagian yang paling padat untuk penelitian, dengan margin kesalahan 3,3%. Laporan survei Meganalisis menunjukkan angka-angka itu dapat meningkat secara dramatis. (tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here