Kader Militan PKS se-Bali Mundur Massal, Dukung Jokowi?

Kader Militan PKS se-Bali Mundur Massal, Dukung Jokowi?
Pengurus dan kader militan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Bali menyatakan mengundurkan diri massal.

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Puluhan pengurus dan kader militan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Bali menyatakan mengundurkan diri. Pengunduran diri massal yang ditandai dengan mencopot jas kebesaran PKS itu oleh sebab munculnya SK (Surat Keputusan) pengurus DPW PKS Provinsi Bali yang baru di bawah komando Hilmun Nabi.

Mantan Ketua DPW PKS Provinsi Bali, H Mudjiono mengatakan, meski mengundurkan diri dari jajaran struktur kepengurusan PKS di Bali, namun mereka tetap akan berkontribusi pada Pilpres 2019.

Hanya saja, Mudjiono tidak menjawab tegas apakah ia akan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin atau Prabowo-Sandi. “Kaitannya dengan Pilpres, sebagaimana tadi saya sampaikan, saya tidak akan lari dari politik. Karena moment Pilpres adalah moment perjuangan yang sangat efektif yang kami lakukan selama ini. Tapi kendaraan PKS sudah kami tanggalkan. Kami tidak tahu motif apa yang ada di benak pengurus DPP PKS,” kata Mudjiono di Kantor DPW PKS Provinsi Bali di Jalan tukad Yeh Ho III Nomor 1 Denpasar, Jumat (28/9/2018).

BACA JUGA: Jokowi Unggul Versi Survei LSI Denny JA, Demokrat: Mereka Sedang Cari Makan

Menurutnya, salah satu hal krusial adalah ia dan rekan-rekannya dituduh memiliki dukungan berbeda dari yang telah ditetapkan oleh DPP PKS yakni memenangkan paket nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

“Hari ini saya dituduh berkiblat berbeda pada pilihan DPP PKS kaitannya dengan Pilpres. Sekali lagi kita belum menyampaikan sikap dengan tegas kaitannya dengan Pilpres, walaupun pengurus yang baru dilantik tadi malam sudah menuduh kami berpihak pada nomor 01. Tapi sekali lagi saya sebagai pribadi belum menentukan sikap kaitannya dengan Pilpres,” katanya.

Menurutnya, yang ditentukan mendukung dan memenangkan Prabowo-Sandi adalah kader PKS. Sementara ia dan ratusan pengurus lainnya telah menyatakan mengundurkan diri.

BACA JUGA: Kaum Emak-Emak di Surabaya Sumbang Dana Kampanye untuk Prabowo-Sandi

Sebaliknya, ia balik bertanya soal kesungguhan DPP PKS memenangkan paket Prabowo-Sandi. “Justru saya bertanya, betulkah DPP PKS sungguh-sungguh memenangkan paket nomor 02? Jangan-jangan dia berkaki dua. Saya ada indikasi sebetulnya partai ini ada sandera. Diartikan sendirilah,” katanya.

Selepas dari PKS, Mudjiono mengaku belum mementukan kendaraan politik selanjutnya. “Yang jelas, kaitannya dengan parpol saya belum menentukan. Dalam waktu dekat, moment yang bisa berpartisipasi adalah Pilpres. Kami tidak akan berpindah partai. Kami tetap komitmen sarana politik kami adalah Pilpres. Untuk menentukan ke mana kami, tanggal mainnya,” ucapnya. (ba/tm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here