MPR Minta Pemerintah Penuhi Janjinya Atasi Musibah Gempa Lombok dan Sulteng

MPR Minta Pemerintah Penuhi Janjinya Atasi Musibah Gempa Lombok dan Sulteng
Ilustrasi gempa dan tsunami palu.

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah serius dan segera melakukan langkah nyata atas korban musibah gempa dan tsunami yang menerjang Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.

Dia mengatakan gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah pusat untuk tidak memenuhi janjinya.

Janji, kata Hidayat, sudah dinyatakan secara terbuka bukan saja kepada korban gempa Palu tetapi juga korban gempa di Lombok dan Sumbawa.

BACA JUGA: Aksi Solidaritas Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Islam Bali untuk Korban Gempa dan Tsunami

“Tak boleh dijadikan sebagai alasan oleh pemerintah pusat untuk tidak memenuhi janji-janji terbuka yang sudah langsung dinyatakan kepada korban-korban gempa bumi di Lombok dan Sumbawa,” kata Hidayat di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini menyatakan, sudah menjadi kewajiban pemerintah melayani semua korban gempa. Hal itu, menurutnya, sudah menjadi kewajiban bagi negara.

Untuk itu, Hidayat menyarankan agar pemerintah pusat bisa melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, terkait penanganan yang harus dibutuhkan para korban yang membutuhkan bantuan segera.

“Melayani semuanya adalah kewajiban Negara,” tegas Hidayat.

BACA JUGA: Cerita Presiden RfP-APYIN, Dituding Radikal Karena Tidak Dukung Ahok

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,7 SR mengguncang wilayah Sulawesi Tengah tepatnya 27 km Timur Laut Donggala, Jumat (28/9/2018) lalu.

Jumlah korban akibat gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah terus meningkat memasuki sepekan peristiwa memilukan tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, hingga Kamis 4 Oktober 2018 pukul 17.00 WIB, jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami Palu mencapai 1.558 meninggal. Selain itu 113 orang hilang, 2.549 orang luka-luka.

“152 warga korban tertimbun, 65.733 rumah rusak dan 70.821 warga mengungsi,” tulis BNPB di akun Twitternya, Jumat (5/10/2018). (ra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here