Heboh Pose ‘Dua Jari’ Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Bagikan Berita Ini
  • 649
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    649
    Shares

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Para hakim PN Jakpus “kepergok” foto ramai-ramai di lantai lima di kantornya, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat.

Salah satu hakim yang ikut foto, Anwar membenarkan perihal foto dirinya yang beredar. Namun, ia membatah foto itu terkait dukungan Pilpres 2019.

BACA JUGA: Debat Putaran Kedua, Prabowo Tak Bawa Contekan

“Pak Ansori dapat SK (Hakim PN Jakpus pindah tugas tempat baru-red). Mereka mau minta foto buat lah kenang-kenangan. Pas pagi jelang sidang ketemu di atas,” cerita hakim Anwar saat berbincang dengan di PN Jakpus, Selasa (12/2/2019).

Foto tersebut diketahui diambil tiga bulan lalu. Foto tersebut diakuinya murni untuk kekeluargaan.

BACA JUGA: Ketum PA 212 Resmi Jadi Tersangka Kasus Pelanggaran Pemilu

“Saya datang belakang pakai peci dulu. Foto biasa tidak ada harus tangan satu dan dua, sekarang giliran gaya bebas, tidak ada mau mendukung pasangan calon,” ujar hakim Anwar.

Menurut hakim Anwar, foto-foto tersebut sudah lazim menjelang perpisahan dengan teman.

BACA JUGA: Gaungkan Dukungan, Relawan Go Prabowo-Sandi Guncang Kuala Lumpur

“Tidak menyarankan gaya apa dan tidak ada ngomong dukung siapa. Sudah selesai foto, belum gaya bebas. Mungkin ini orang nemu di google dimanfaatin. Tidak ada maksud apa-apa,” terang hakim Anwar.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Yanto membantah bahwa beredarnya foto-foto para hakim yang melakukan ‘pose dua jari’ merupakan simbol politik.

BACA JUGA: Publik Desak Pemerintah Jelaskan Nasib Listrik 35 Ribu MW

Yanto menegaskan, foto tersebut merupakan kenang-kenangan karena ada salah satu hakim yang akan pindah tugas ke Bengkulu. Maka sebagai kenang-kenangan, mereka melakukan sesi foto bersama.

“Itu pistol, bukan dua jari. Kemudian ada jempol dan genggam juga ada, tapi orang iseng ditambahi, padahal pakai kamera, tidak pakai handphone,” kata Yanto dilansir detikcom, Jalan Bungur Raya, Jakpus, Senin, (12/02/2019).

BACA JUGA: Pilpres 2019, Sandiaga: Rakyat Konsultan Kampanye Saya

Menurut Yanto, para hakim di foto tersebut sedang foto bergaya pistol, bukan salam dua jari sehingga bukan bagian dari salam dua jari politik.

“Itu pistol, bukan dua jari. Kemudian ada jempol dan genggam juga,” ujar Yanto. (ra)


Bagikan Berita Ini
  • 649
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    649
    Shares

Leave a Comment