Konflik Hanura, Menteri Yasonna Minta Kedua Belah Pihak Yang Berkonflik Duduk Bersama

0
2213
Bagikan Berita Ini

Teropongmetro.com, Jakarta – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta meminta dua kubu yang bertikai dalam Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) duduk bersama mencari solusi menyusul mosi tidak percaya oleh sejumlah DPD Hanura kepada Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang.

“Mengenai Hanura kan sudah ada SK kemudian dari kelompok Ambhara datang ke saya menyerahkan hasil Munas. Saya hanya meminta kedua belah pihak untuk duduk bersama. Ini sekarang tahap verifikasi partai politik,” kata Yasonna pada Festival Keimigrasian di Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (21/1).

Yasonna meminta Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua Umum Gede Pasek dan Sekjend Partai Hanura Sarifuddin Sudding segera menyelesaikan konflik ini.

“Saya minta dalam hal ini Dewan Pembina Pak Wiranto berkomunikasi, saya juga berkomunikasi dengan Pak OSO, berkomunikasi dengan Pak Gede Pasek. Coba lah duduk bersama, kita cari penyelesaian karena pertikaian ini akan merugikan Hanura sebagai partai politik,” kata Yasonna.

Dia mengaku baru saja menerbitkan Surat Keputusan (SK)  kepengurusan Oesman Sapta Odang, dengan alasan untuk keperluan verifikasi partai politik menjelang Pemilu.

“SK yang lalu dalam rangka kepastian, supaya ikut verifikasi partai politik karena Pak OSO tidak bisa tanda tangani surat tanpa Sekjen, Sekjen tidak bisa tanda tangani surat tanpa ketua umum, maka untuk kepastian kita kasih,” kata politisi PDIP itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua kubu Partai Hanura saling pecat. Kubu yang dipimpin Sekjen Sarifudin Sudding sebelumnya telah memecat Ketua Umum Oesman Sapta Oedang (OSO) dari kursi ketua umum setelah rapat pengurus di Hotel Sultan, dengan alasan Oesman Sapta mendapatkan mosi tidak percaya dari sejumlah pengurus DPD dan DPC Partai Hanura.

Sedangkan kubu Oesman Sapta yang menggelar rapat di Hotel Manhattan memecat Sarifudin Sudding dari jabatannya sebagai Sekjen Sarifuddin Sudding yang dinilai tidak cakap menjalankan tugas. Rapat di Hotel Manhattan tersebut sedianya merupakan rapat harian terkait Pilkada dan Pileg 2019. (Lia)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini