Diperiksa Hampir 9 Jam, Dahnil Sebut Ada Aktor Intelektual Dikasus Novel

0
1615
Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak Usai Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya
Bagikan Berita Ini

Teropongmetro.com, Jakarta – Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak telah menjalani pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (22/1/2018) malam.

Dahnil diperiksa hampir 9 jam lamanya, sejak Senin (22/1/2018) siang, pukul 14.00 WIB hingga pukul 22.40 WIB. Usai diperiksa, Dahnil mengaku dicecar penyidik Polda Metro Jaya terkait adanya aktor yang memiliki pengaruh besar di balik kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

“Iya itu ditanyakan aktor yang berpengaruh besar dengan 24 pertanyaan oleh 9 penyidik,” kata Dahnil usai diperiksa di Polda Metro Jaya, Senin (22/1/2018) malam.

Pertanyaan itu dilontarkan penyidik untuk mengklarifikasi statement Dahnil ketika menjadi narasumber dalam program Metro Realitas yang disiarkan Metro TV pada, Senin (8/1/2018) lalu.

“Itu ya saya sampaikan fakta empiris, banyak kasus besar high profile diusut lama apanya segala macem,” kata dia.

Namun, Dahnil tak menyebutkan secara rinci siapa aktor intelektual yang disebut-sebut terlibat dalam teror air keras yang menimpa penyidik senior KPK itu. Dia hanya menyampaikan aktor di balik bisa menghambat penanganan kasus Novel.

“Pasti punya pengaruh, bisa jadi hambat teknis (penyelidikan kasus), Sederhana kasus ini, (tapi) lama sekali dituntaskannya ” kata dia.

Dahnil menyampaikan, alasannnya menyebut ada aktor intelektual tersebut karena lambannya kasus ini ditangani penyidik Polri. Ia juga menduga aktor tersebut merupakan pihak yang sakit hati terhadap kinerja Novel dalam menangani kasus-kasus korupsi di KPK.

“Yang jelas mereka bandit yang sakit hati dengan Novel,” kata Dahnil.

Lantaran adanya aktor intelektual tersebut, Dahnil sangat pesimistis jika polisi bisa menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

“Kalau saya pesimis dengan ini masa jadi dosa kan. Orang enggak ber-Tuhan aja enggak dilarang di negara ini, masa saya pesimis sama polisi enggak boleh? Boleh dong,” katanya.

Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menerangkan, Dahnil menjadi narasumber acara Metro Realitas bertajuk ‘Benang Kusut Kasus Novel’ yang ditayangkan Metro TV pada 8 Januari 2018.

Menurut Argo, Dahnil mengeluarkan pernyataan, bahwa pelaku penyerangan terhadap Novel adalah seseorang yang berprofesi sebagai ‘mata elang’ atau jasa penagih utang.

“Dia menuduh orang, mengatakan bahwa pelakunya (penyerang Novel) adalah mata elang,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/1/2018).

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memintai keterangan Dahnil sebagai saksi pada Senin (22/1/2018).

Argo menerangkan, pemeriksaan untuk membuktikan pernyataan Dahnil terkait dugaan pelaku penyerangan terhadap Novel Baswesan. “Kita dalami kembali di situ,” ujar Argo. (Ra)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini