Pemilik Bisnis Mesum Berkedok Spa Ditangkap Polisi

0
1240
Pemilik Spa Esek-Esek Bali Exotique di Tangkap Polisi
Bagikan Berita Ini

Teropongmetro.com, Denpasar – Kepolisian Resor Kota Denpasar, Bali, menangkap pria berinisial SW (52), pemilik Bali Exotique Spa yang diduga menjalankan bisnis prostitusi yang dikemas dalam bentuk Spa. Pelaku mengaku sudah menjalani bisnisnya sejak tahun 2012 atau beroperasi selama 5 tahun.

“Dalam rangka menciptakan kondisi Kota Denpasar yang kondusif, anggota Polresta Denpasar melakukan penindakan adanya prostitusi terselubung berkedok Spa di Jalan Tukad Badung VI Nomor 12 Panjer pada 30 Januari 2018, Pukul 18.30 Wita,” kata Wakapolresta Denpasar, Bali, AKBP I Nyoman Artana di Denpasar, Jumat (9/2) sore.

Ia mengatakan, pemilik spa telah ditetapkan menjadi tersangka karena telah menyediakan tempat untuk perbuatan cabul dengan cara membuka layanan Spa plus-plus yang melayani pijat (massage) sampai berhubungan badan antara tamu dengan terapisnya.

Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti delapan orang terapis, alat kontrasepsi, tiga lembar paket pijat dan uang tunai sebesar Rp1,4 juta. “Untuk tarifnya setiap paketnya berbeda sesuai dengan daftar harga yang ditawarkan,” katanya.

Kepada petugas, tersangka mengaku untuk pembagian hasil sudah disepakati antara pemilik spa dengan terapis, dengan nominal lebih besar untuk pemilik spa.

Ia mengatakan, untuk paket Buterplay atau massage dan hand job, dimana terapis hanya menggunakan celana dalam ditarif Rp350 ribu. Dari harga itu, terapis mendapatkan Rp100 ribu sedangkan pemilik spa sebesar Rp250 ribu.

Kemudian, untuk paket Glamore yaitu massege, lulur, dan hand job dikenakan Rp500.000 per orang, dari hasil tersebut terapis mendapatkan Rp200.000 dan pemilik spa Rp300.000.

Selanjutnya, untuk paket full service yaitu massage tradisional, body massage dan dilanjutkan berhubungan badan dipasang tarif Rp700 ribu, dimana terapis mendapatkan Rp350 ribu sedangkan pemilik Spa mendapat Rp350 ribu.

“Kita melakukan penindakan, baik kepada pemilik usaha (pelaku) atau muncikari dan para pelayan-pelayannya. Untuk para pelayan sebanyak 8 orang kita amankan dan saat ini hanya wajib lapor. Sedangkan pemilik kita pidanakan,” tandasnya. (Ti/TM)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini