Peduli Terhadap Budaya Indonesia, PJB Lakukan Ini Agar Batik Betawi Tetap Eksis

0
2646
Peduli Budaya Indonesia, PJB Lakukan Ini Agar Batik Betawi Tetap Eksis
Defy Indiyanto Budiarto melihat produksi batik Betawi di kampung Batik Betawi binaan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) đi Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Bagikan Berita Ini

Teropongmetro.com, Jakarta – PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar memiliki program menarik dalam mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Pembangkit listrik ramah lingkungan berbahan bakar gas dengan kapasitas 2048 MW ini, berusaha menjadikan Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebagai kampung batik.

“Program corporate social resposbility (CSR) yang dilaksanakan oleh PT. PJB harus bisa mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mampu melestarikan lingkungan hidup secara berkelanjutan,” kata Komisaris PT PJB Defy Indiyanto Budiarto di Jakarta, Minggu (15/04/2018).

Defy didampingi oleh Kepala Bidang Stakeholders Management PT. PJB  Doddy Nafiudin  dan GM UP Muara Tawar Lavi Rumandioko, melakukan peninjauan lapangan kesiapan pembangkit UP Muara Tawar dalam mendukung sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), Jumat (13/4).

Setidaknya ada dua hal yang mengemuka selama kunjungan ke UP Muara Tawar yang telah mendapat  predikat proper hijau 4 kali ini. Yang pertama, adalah program CSR kampung Batik Betawi, dan yang kedua adalah kesiapan UP Muara Tawar dalam mendukung sistem kelistrikan Jamali. Saat kunjungan lapangan UP Muara Tawar mampu beroperasi full load. Hal ini sangat positif dalam mendukung pelaksanaan ujian nasional yang sedang berlangsung.

Defy Indiyanto menegaskan, perusahaan harus memiliki paradigma 5P: People, Planet, Profit, peace dan partnership. Selain mengejar profit, perusahaan juga harus mampu memberi manfaat bagi masyarakat (people) dan bagi lingkungan (planet). PJB dari tingkat key performance indicator (KPI) telah mendapatkan “AAA” dan telah  menjadi yang terbaik di antara anak perusahaan PLN lainnya. ”Namun dari sisi public relation dan communication, PJB sedang melakukan inovasi perbaikan peningkatan,” kata Defy.

Peduli Budaya Indonesia, PJB Lakukan Ini Agar Batik Betawi Tetap Eksis
Komisaris PT.PJB Defy I Budiarto didampingi GM UP Muara Tawar Lavi Rumandioko meninjau mangrove disaat peninjaun lapangan kesiapan pembangkit UP Muara Tawar dalam mendukung sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), Jumat (13/4).

General Manager PJB UP Muara Tawar Lavi Rumandioko menyatakan, CSR unggulan PJB, khususnya di Muara Tawar, meliputi program pengembangan usaha batik betawi, ekowisata mangrove dan pengelolaan sampah terpadu yang semuanya sudah dirintis sejak tahun 2014.

“Sebagai pengembangan, tahun 2018 ini kami mencanangkan program Kampung Batik Betawi berbasis wisata edukasi, Ekowisata Mangrove terpadu dan kampung wisata edukasi pengelolaan limbah sampah,”  kata Lavi.

Menurutnya, program Kampung Batik Betawi akan dikemas sebagai kampung wisata edukasi batik, selain menikmati mural batik dan sentra kerajinan batik warga, siapapun juga akan dapat belajar membatik secara langsung disini. Program Kampung Batik Betawi dipusatkan di desa Segara Jaya, kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Sedangkan program ekowisata Mangrove Terpadu akan dikembangkan di kawasan pesisir utara Bekasi khusus Muara Tawar dan Muara Gembong. Ekowisata Mangrove ini akan mengintegrasikan konsep wisata, konservasi dan edukasi. “Kami telah melakukan pembibitan dan penanaman 70 ribu pohon mangrove sejak tahun 2014. Tahun ini kami akan melakukan penataan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Segara Jaya sebagai pintu gerbang wisata, dengan pengembangan  kuliner apung, konservasi dan wisata pendidikan” tambahnya.

Sedangkan untuk Pusat Pengelolaan Sampah Terpadu Segara Jaya, selain pengelolaan limbah sampah menjadi kerajinan, PJB juga akan membangun pusat edukasi pengelolaan limbah, disini pelajar dapat belajar secara langsung bagaimana cara menyelamatkan lingkungan dengan mengelola limbah menjadi produk-produk bernilai.(TM)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here