Penyalahgunaan Medsos Jadi Penyebab Tingginya Angka Perceraian di Sumenep

0
733
Pelakor di Medsos Penyebab 1500 Janda Baru Menganggur di Pamekasan
Ilustrasi
Bagikan Berita Ini

Teropongmetro.com, Sumenep – Angka perceraian di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur sejak Januari-April 2018 cukup tinggi. Buktinya, data di Pengadilan Agama (PA) Kelas II B Sumenep, sudah tercatat 120 perkara perceraian sejak awal tahun ini.

Plt Ketua PA setempat, Subhan Fauzi menuturkan, dari jumlah itu, setiap hari Majelis Hakim memutuskan rata-rata 10 perkara. Dengan begitu diprediksi setiap hari jumlah janda di kabupaten yang memiliki 126 pulau ini bertambah 10 orang.

“Putusan itu tergantung rumit dan tidaknya perkara. Setiap hari hakim bisa memutuskan 10 perkara. Tapi itu bisa kurang dan bisa lebih,” katanya, Jum’at (20/4/2018).

Menurutnya, tingginya angka percerian disebabkan karena beberapa faktor, salah satunya faktor ekonomi yang belum stabil.

“Termasuk pula disebabkan karena dampak media sosial (Medsos) yang disalah gunakan. Sehingga mempengaruhi pada perselingkuhan. Akibatnya keduanya (suami dan isteri) bertengkar,” terangnya.

Disamping itu, ada juga karena faktor kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pernikahan dini. Tapi sambung Subhan, terbanyak karena faktor ekonomi.

Subhan menjelaskan, angka perceraian di Sumenep bisa dibilang sangat tinggi dibandingkan di daerah lain. Tahun 2017 angka perceraian lebih dari seribu perkara yang diputus. Tahun 2017 antara 1200 hingga 1300-san perkara.

“Padahal sebelum majelis hakim memutusakn perkara, ada proses mediasi. Kami selalu berupaya agar keduanya bisa rujuk kembali. Tetapi banyak yang sudah bertekat tetap cerai,” tukasnya.(Lia/TM)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here