Polri Bantah Jadikan Al-Quran Sebagai Barang Bukti Kejahatan

0
759
Bagikan Berita Ini

Jakarta (teropongmetro.com) – Sebuah petisi berjudul ‘Alquran Bukan Barang Bukti Kejahatan’ beredar di situs change.org. Menanggapi hal itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal membantah pihaknya melabeli Alquran sebagai barang bukti kejahatan.

“Kami tidak pernah memberi label Alquran sebagai barang bukti kejahatan,” kata Iqbal dalam siaran persnya kepada awak media, Sabtu (19/5/2018).

Iqbal mengungkapkan, 90 persen dari keseluruhan penyidik Densus 88 Antiteror memeluk agama Islam.

“Rekan-rekan kami di Densus itu sudah belasan tahun menyidik. Sekitar 90 persen penyidik di Densus juga muslim dan Kadensus-nya pun sangat taat ibadah dan sudah haji. Mereka paham betapa sensitifnya soal akidah, apalagi tentang kitab suci Alquran,” papar dia.

“Penyidik sangat paham bahwa tidak ada sama sekali hubungan terorisme dengan kitab suci Alquran. Bahkan aksi terorisme sangat bertentangan dengan isi dan makna yang terkandung dalam Alquran,” tandasnya.

Iqbal meminta masyarakat tidak terprovokasi isi petisi tersebut. “Saya imbau masyarakat tidak mudah terhasut isi petisi,” tutup Iqbal.

Muncul petisi yang meminta Polri tak menjadikan Alquran sebagai barang bukti tindak pidana terorisme. Petisi itu ada di laman ‘Alquran Bukan Barang Bukti Kejahatan’ di situs www.change.org. Dalam laman situs, diketahui petisi ini dibuat pada Kamis (17/5) lalu.

Si pembuat petisi menyatakan kekecewaannya kepada polisi yang beberapa kali menyebut Alquran sebagai barang bukti kejahatan terorisme. Petisi itu ditujukan untuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sore ini, pukul 19.46 WIB, petisi tersebut telah ditandatangani 24.560 netizen.(Ra)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here