Puji Amien Rais, Zulkifli Sebut Jokowi Menjadi Presiden Karena Reformasi

0
642
Puji Amien Rais, Zulkifli Sebut Jokowi Menjadi Presiden Karena Reformasi
Fachri Hamzah, Amien Rais dan Zulkifli Hasan dalam 20 Tahun Refleksi Reformasi di Ruang KK-2, Wisma Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/5/2018).
Bagikan Berita Ini

Jakarta (teropongmetro.com) – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan terima kasih kepada Amien Rais sebagai sosok penting dalam mewujudkan peralihan dari era otoriter orde baru menjadi demokrasi di Indonesia.

“Terima kasih Pak Amien dan kawan-kawan, telah melakukan reformasi, hari ini 20 tahun yang lalu, terjadi sejarah yang amat penting menandai sistem perubahan kenegaraan di Republik Indonesia,” kata Zulkifli Hasan dalam 20 Tahun Refleksi Reformasi di Ruang KK-2, Wisma Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Menurut Zulhas, karena reformasi pula kini Fahri Hamzah, Taufik Kurniawan dapat menjadi pimpinan DPR RI.

Bahkan, di hadapan Amien Rais, Zulhas mengatakan karena reformasi Joko Widodo saat ini bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia.

“Karena ada reformasi, Bung Fahri Hamzah bisa jadi Wakil Ketua DPR. Karena reformasi, Pak Jokowi bisa jadi wali kota, jadi Gubernur Jakarta, dan sekarang Presiden kita,” katanya.

Lebih lanjut, Zulhas menyebut, dengan sistem baru tersebut, semua elemen bangsa menurutnya bisa menikmati kebebasan dalam sejumlah hal, seperti menyampaikan pemikiran dan pendapat yang sebelumnya sama sekali tidak bisa dilakukan.

“Perjuangan reformasi sudah terbukti hasilnya karena dengan demokrasi kita dapat menikmati kebebasan berbicara, bebas menyampaikan pikiran, bebas berorganisasi tentu hasil dari Pak Amien dan kawan-kawan, buah dari reformasi,” terang dia.

Namun demikian, kata Ketua Umum PAN itu, masih ada empat hal penting yang belum tercapai oleh Indonesia. Di antaranya soal ketimpangan dan kesenjangan, social discourse, keadilan, penegakan hukum, dan korupsi.

“Yang pertama apa yang kita sebut kesenjangan ketimpangan antara kaya dan miskin. Padahal tujuan keadilan. Kedua, diskusi kami di MPR sekarang ini ada social discourse (politik pecah belah), ketiga keadilan penegakan hukum, karena hukum berlaku adil sebelah. Dan, keempat korupsi yang masih merajalela,” terang Zulhas.(Ra)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here