Sucikan Harta Anda dengan Berzakat, Begini Cara Hitung dan Bayar Zakat di Bulan Ramadhan

0
1654
Sucikan Harta Anda dengan Berzakat, Begini Cara Hitung dan Bayar Zakat di Bulan Ramadhan
Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh (Lazismu) Muhammaiyah Bali, Ust Khamsun Imtihan.
Bagikan Berita Ini

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Seorang muslim yang mampu secara ekonomi wajib menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, baik melalui panitia zakat maupun didistribusikan sendiri. Hukum zakat adalah wajib bila mampu secara finansial dan telah mencapai batas minimal bayar zakat atau nisab. Jika seseorang memenuhi syarat berikut ini maka wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat:

  1. Islam  
  2. Merdeka  
  3. Berakal dan baligh  
  4. Hartanya memenuhi nisab

Maksudnya melalui pembayaran zakat, seorang muslim diajak untuk menyucikan jiwa dengan mengikis sifat tamak, kikir, loba didalam dirinya.

Zakat adalah sebagian dari harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim untuk dibagikan kepada 8 golongan yang berhak menerima zakat.

Namun tak sedikit orang ingin banyak beramal di bulan Ramadan. Bahkan ada yang membayarkan semua zakatnya ketika bulan puasa. Namun sayangnya, beberapa orang masih kurang paham tentang aturan membayar zakat.

Sucikan Harta Anda dengan Berzakat, Begini Cara Hitung dan Bayar Zakat di Bulan Ramadhan Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh (Lazismu) Muhammadiyah Bali, Ust Khamsun Imtihan, menjelaskan, kalau banyak orang masih keliru saat membayar zakat terutama di Ramadan. Dia mengingatkan, kalau zakat itu tidak bisa semua dibayarkan ketika bulan puasa karena tergantung jatuh temponya.

“Orang masih suka keliru antara zakat dan sedekah. Sedekah itu tak ada aturannya, zakat itu ada haulnya dan tidak harus di bulan Ramadan. Orang yang menerima zakat hidup nggak hanya saat Ramadan. Misalnya kamu beli emas Agustus, ketika emas mengendap selama satu tahun kita harus bayar zakat emas berarti pada Juli tahun depan, sedangkan Juli tahun depan bukan Ramadan,” jelas Ustadz Hamsun Imtihan, Denpasar, Selasa (12/6/2018).

Berbeda dengan sedekah yang bisa dikeluarkan kapan saja. Hamsun pun mengingatkan, kalau tak semua zakat memiliki aturan yang sama. Contohnya saja zakat fitrah dibayarkan sebesar 3 kg beras untuk Idul Fitri. Untuk nilainya tergantung harga beras yang biasa Anda konsumsi setiap hari.

Ada pula zakat mal atau harta termasuk investasi dan perkebunan. Dalam aturannya, Hamsun mengatakan, bahwa orang yang punya usaha perkebunan atau pertanian maka wajib membayar zakat setelah panen. Untuk jumlah zakat yang dikeluarkan bisa 5% atau 10% tergantung jenis pengairannya.

Sementara untuk harta lain seperti investasi emas jika nilainya di atas 85 gr, maka wajib membayar zakat setiap tahun. “Misalnya punya emas yang mencapai satu nishab atau lebih di rumah, maka lihat harga pasar sekarang dikali 2,5% dan dibayarkan setiap tahun,” papar ustad muda yang bekerja sehari-hari sebagai Kepala KUA Kecamatan Bajera itu.

Selain emas, investasi lain seperti properti yang disewakan kalau nilainya lebih dari 85 gr emas juga wajib membayar zakat. Namun bila nilainya kurang dari 85 gr emas maka tak wajib dizakati.

Kemudian zakat profesi yang wajib dibayarkan setiap bulan namun tergantung jumlah penghasilannya. Saat ini ukurannya adalah pendapatan setara 520 kilogram beras wajib mengeluarkan zakat 2,5%.

Ustadz Khamsun juga menuturkan, ketika sudah mengerti aturan membayar zakat, maka Anda akan lebih baik dalam mengelola THR serta bisa membedakan antara zakat dan sedekah.

Zakat dan amal dalam perencanaan keuangan

Perihal pembayaran zakat, sangat disarankan untuk menyicil pembayaran sehingga tidak perlu merasa kewalahan ketika semua kewajiban zakat jatuh tempo.

Sucikan Harta Anda dengan Berzakat, Begini Cara Hitung dan Bayar Zakat di Bulan Ramadhan Memang, ada beberapa ketentuan penghitungan zakat yang menunggu haul satu tahun.

Banyak kalangan memilih bulan Ramadan sebagai saatnya membayar (hitungan satu tahunnya dihitung setiap Ramadan atau Lebaran). Namun, untuk jenis-jenis zakat yang tidak memerlukan haul hingga setahun seperti zakat penghasilan atau profesi, lebih baik dianggarkan setiap mendapatkan penghasilan pada tiap bulan.

Jadi, setiap mendapatkan penghasilan seperti gaji rutin, langsung saja bayarkan zakat sebesar 2,5 persen.

Berapa porsi ideal anggaran amal? Memang tidak ada ukuran baku. Namun, akan lebih baik bila semakin banyak kebaikan yang dibagi berupa harta kepada mereka yang membutuhkan.

Misalnya, anggarkan sebesar 5 persen dari total penghasilan di mana sebesar 2,5 persen sebagai zakat profesi dan sisanya sebagai infak atau sedekah.

Pilih juga saluran distribusi zakat yang tepat. Juga bisa memakai layanan lembaga-lembaga zakat resmi seperti Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh (Lazismu) Muhammadiyah Bali sebagai perwakilan wilayah Bali dengan call center 087866191130, untuk mengejar kepraktisan membayar zakat.

Segerakan berzakat agar Ramadanmu semakin berkah. (TM)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini