Koalisi PDIP-Golkar, Progres 98 Sebut Airlangga Ideal Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

0
1016
Koalisi PDIP-Golkar, Progres 98 Sebut Airlangga Ideal Dampingi Jokowi di Pilpres 2019
Ketua Progres 98 Faizal Assegaf
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Kader Partai Golkar sepakat mengusung Airlangga Hartarto menjadi calon wakil Presiden mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang. Aktivis Demokrasi Faizal Assegaf menuturkan, perkawinan antara Partai Golkar dan PDIP merupakan yang bisa mewakili pihak lainnya.

Menurutnya, Golkar sangat mahir dalam membaca keresahan-keresahan yang ada di masyarakat.

“Apalagi Ketua Umum Partai Golkar ini tidak banyak masalah di pemberitaan. Enggak macam-macam. Mau gimana pun Golkar kelihatannya akan menang,” kata Ketua Progres 98 itu kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Faizal menyatakan apabila Jokowi disandangkan dengan Cawapres dari Partai Golkar sudah sangat ideal. “Pak Airlangga ini awalnya tak masuk dalam prediksi tetapi lama kelamaan semakin besar dan menunjukkan kualitasnya. Jadi kalau ditanya siapa Cawapres terbaik bagi Jokowi? Menurut saya Airlangga pastinya,” tutup dia.

Sementara itu, Anggota DPR Fraksi Golkar Bobby Rizaldi menilai Menteri Perindustrian itu dianggap sebagai figur yang tepat mendampingi Jokowi karena memiliki kemampuan dan pengalaman. Selain itu. Airlangga juga dinilai mampu menjadi jembatan sekaligus menetralisasi serangan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.

“Pak Airlangga bisa meminimalisirkan isu-isu atau fitnah-fitnah politik yang berkembang yang mengancam elektabilitas Pak Jokowi,” ujar Bobby.

Bobby juga menyatakan Partai Golkar memiliki komitmen yang kokoh dalam mendukung kepemimpinan Presiden Jokowi. Kalangan internal dan akar rumput Golkar, menurut Bobby meyakini komposisi ideal adalah jika Airlangga dipilih menjadi Calon Wakil Presiden yang akan mendampingi Jokowi.

“Hal itu akan kita dorong menjadi keputusan resmi kolektif Partai Golkar (soal cawapres Jokowi), secara organisasi akan ditentukan dan diputuskan dalam Rapimnas nanti,” terang dia.

Hal tersebut dilakukan, lanjut Bobby, agar pihaknya dapat memastikan bahwa calon dari Partai Golkar dapat menang dalam pertarungan Pemilihan Umum 2019 nanti. Hal itu harus diikuti pula oleh kemenangan dan peningkatan elektoral Partai Golkar di seluruh daerah pilihan (dapil).

“Inilah yang nanti akan kita formulasikan setelah penetapan 10 Agustus. Kita ingin memastikan bahwa calon presiden kita menang,” papar Bobby.(Ra)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here