Pilkada Serentak 2018, Bawaslu Ungkap Enam Variabel Kerawanan di TPS

0
-1180
Pilkada Serentak 2018, Bawaslu Ungkap Enam Variabel Kerawanan di TPS
Komisioner Bawaslu Muhammad Afifudin.
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Komisioner Bawaslu Muhammad Afifudin mengungkapkan enam variabel yang berpengaruh terhadap tingkat kerawanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada 2018

“Variabel pertama akurasi data pemilih, indikatornya ada dua, pertama ada pemilih memenuhi syarat namun tidak terdaftar di DPT, kedua ada pemilih tidak memenuhi syarat namun terdaftar di DPT. Variabel kedua yaitu penggunaan hak pilih atau hilangnya hak pilih. Indikatornya ada tiga, yaitu pemilih disabilitas, jumlah pemilih DPT di atas 20 pemilih di dalam satu TPS, kemudian yang ketiga terdapat TPS di wilayah khusus misalnya seperti sekitar rumah sakit, pegunungan, hutan dan perbatasan,” papar Afifudin, di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018) sore.

Adapun variabel kerawanan selanjutnya, imbuh Afifudin, salah satunya meliputi politik uang dan netralitas KPPS.

“Variabel ketiga Politik Uang. Ada tiga indikator, yaitu terdapat aktor politik uang di wilayah TPS, dan adanya praktik pemberian uang terhadap massa kampanye. Variabel keempat yaitu Netralitas KPPS, indikatornya petugas KPPS mendukung salah satu paslon tertentu,” paparnya.

“Variabel kelima pemungutan suara, salah satu indikatornya C6 tidak didistribusikan kepada pemilih di TPS. Kemudian variabel keenam Kampanye, dengan dua indikator kerawanan, salah satunya yaitu terdapat praktik menghina atau menghasut terkait isu SARA di sekitar TPS,” ujar Afifudin.(Egk)


Bagikan Berita Ini


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here