Mengaku Akan Ditangkap, Jenderal Gatot Nurmantyo: Saya Sudah Tidak Punya Urat Takut Lagi

0
2424
Mengaku Akan Ditangkap, Jenderal Gatot Nurmantyo: Saya Sudah Tidak Punya Urat Takut Lagi
Jenderal Gatot Nurmantyo didampingi Ustadz Abdul Somad dan Wakil Sekjen MUI KH Tengku Zulkarnain.
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Mantan panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menduga kalau dirinya bakal jadi bulan-bulanan penguasa pasca ia lengser  dari jabatan tertinggi militer Indonesia itu.

Dugaan akan terjadi ‘masalah’ pada jenderal Gatot dikuatkan dengan adanya pencopotan terhadap pengawal pribadinya. Padahal menurut Gatot, ia punya hak atas hal itu.

Pria yang dikabarkan bakal nyapres itu pun mengaku sudah tak punya urat takut lagi. Bahkan seandainya ada pihak-pihak termasuk penguasa yang hendak mencari masalah dengannya termasuk melakukan penangkapan, ia dengan tegas mengatakan tidak takut.

“Pasti saya mungkin akan diapa-apakan. Pengawal saya pun sudah dicopot sekarang, padahal saya punya hak,” ujar Gatot Nurmantyo di depan ribuan orang dalam sebuah pertemuan di Medan, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Terus Anjlok, Pagi Ini Rupiah Sudah Menyentuh Angka Rp14.420 per Dolar

Sebelumnya, diketahui jenderal Gatot mempublikasikan video pernyataannya tersebut dalam sebuah unggahan di akun instagramnya. Gatot dalam kesempatan itu pun mengaku kalau dirinya sudah tak punya urat takut lagi. Termasuk ia juga tidak takut jika akan ditangkap oleh pihak penguasa.

Tak hanya itu, Gatot pun mengaku akan terus berbuat baik meski berbagai ancaman akan datang menghadang.

“Mereka tidak tahu, bahwa urat takut saya sudah habis,” tegas Gatot yang didampingi Ustadz Abdul Somad dan Wakil Sekjen MUI KH Tengku Zulkarnain.

Gatot mengaku dirinya hanya menyisakan satu urat takut. Yaitu yang dia sebut takut kepada Allah.

“Hanya tinggal satu, sangat takut kepada Allah SubhanahuwaTa’ala,” ujarnya yang disambut gemuruh para hadirin.

Tak hanya itu, jenderal Gatot yang merupakan pensiunan TNI ini terus mengingatkan kepada benteng terdepan NKRI  itu agar selalu menyadari posisi dan peran mereka sebagai bagian dari rakyat dan penegak Pancasila. Apalagi menurut Gatot, TNI adalah anak kandung dari rakyat dan Pancasila.

Baca Juga: Rumah Politikus PKS Mardani Ali Sera dilempar Bom Molotov

Gatot juga menegaskan jika Pancasila pada dasarnya adalah hadiah dari umat  Islam sebagai jalan tengah dan jalan integrasi demi terciptanya kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Maka sejak awal, saya sinis, saya tidak suka bagi siapapun kalangan yang menyudutkan, yang mengatakan ulama radikal, kriminal ulama, itu tidak benar,” tegas Gatot.

Berikut postingan lengkap jenderal Gatot Nurmantyo.

@nurmantyo_gatotSumut, 23 Juni 2018. “Orang akan liat, pasti saya nanti ditangkap. Pasti saya mungkin akan diapa-apakan. Pengawal saya pun sudah dicopot sekarang, padahal saya punya hak. Mereka tidak tahu, bahwa urat takut saya sudah habis.

Hanya tinggal satu!

Hanya tinggal satu, sangat takut kepada Allah SubhanahuwaTa’ala.

Ini yang perlu saya ingatkan. Jadi TNI adalah anak kandung rakyat dan pancasila, pancasila dan landasan negara, itu adalah hadiah umat islam, sebagai jalan tengah.

Saya ulangi, pancasila dan fondasi negara ini yaitu pembukaan undang-undang dasar 1945 adalah hadiah umat islam sebagai jalan tengah, meniru pada Piagam Madinah. Merangkum semuanya, kaum quraisy pun dirangkul di Madinah.

Disini agama Kristen, Islam, Hindu, Katholik, Budha dilindungi, tidak pernah diapa-apakan. Karena Islam adalah Rahmatan Lil Alamin, Rahmat bagi alam bukan cuman manusia. Maka, saya ingatkan, umat Islam dan para ulama menjaga bangunan ini, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia karena yang membentukpun umat Islam.

Jangan tuduh umat Islam yang akan merusak! Ga mungkin! Ia membangun, kok merusak? Tidak mungkin. Maka sejak awal, saya sinis, saya tidak suka bagi siapapun kalangan yang menyudutkan, yang mengatakan ulama radikal, kriminal ulama, itu tidak benar.

Mana mungkin dia yang membangun, dia akan merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak mungkin. Maka jangan coba-coba mengadu domba, jangan coba-coba mengobok-obok, pasti akan bangkit.

#gatotnurmantyo #satukanhatiuntukindonesia #jagaindonesia.(Egk)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini