Advokat UII Dukung Mahfud Bongkar Kasus ‘Kardus Durian’ Cak Imin

0
705
Konstituen PKB Mbalelo, Cak Imin: Itu di Masjid-Masjid Pro Prabowo
Ketum PKB Muhaimin Iskandar.
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Para advokat dari alumni Universitas Islam Indonesia (UII) mendesak agar Mahfud MD mengungkap kasus suap ‘kardus durian’ yang diduga melibatkan Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Kasus kardus durian mencuat saat Cak Imin menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

“Kami mendukung Pak Mahfud mengungkap nama-nama yang disebut itu. Kami juga memiliki dokumennya. Silakan buka dan kami akan back-up,” kata Kordinator Advokat UII Ari Yusuf Amir dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (16/8/2018).

Baca Juga: Gerindra: SBY Masuk Dewan Penasehat Tim Pemenangan Prabowo-Sandi

Mahfud yang merupakan kandidat kuat Cawapres Jokowi namun batal di menit-menit akhir ini sebelumnya membuka cerita terkait penyelamatan menteri sekaligus kader NU yang terseret kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kasus menteri terseret kasus kardus duren. Saya ingat, ketika waktu di berada di Mekkah, pagi-pagi subuh, Pak Aqil Siradj (saat ini Ketum PBNU, red) menelepon saya dan berbicara ‘Pak Mahfud Pak Mahfud tolong, sesama kader NU tolong ini diselamatkan, nanti NU bisa rusak ini kalau kena’,” kata Mahfud MD menirukan ucapan Said Aqil ketika berbicara di acara Indonesia Lawyers  Club (ILC), pekan ini (Selasa, 14/8/2018).

Baca Juga: Farhat Abbas Sebut Jika Jokowi Mau Bisa Minta Kapolri Tangkap Sandiaga Uno

Komisi Pemberantasan Korupsi ketika itu mengusut perkara suap di lingkungan Kemenakertrans, di mana Muhaimin Iskandar alias Cak Imin merupakan menterinya.

Kasus ‘kardus durian’ ini diketahui sempat menyeret nama-nama orang besar, salah satunya yakni mantan Menakertrans Muhaimin Iskandar alias Cak Imin

Uang suap tersebut ditempatkan di sebuah kardus durian, maka munculah istilah kasus suap Durian.(ra/rmol)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here