Mediasi Bawaslu Buntu Antara KPU dan Nasdem Soal Dapil Buleleng Dicoret

0
988
Mediasi Bawaslu Buntu Antara KPU dan Nasdem Soal Dapil Buleleng Dicoret
Suasana mediasi antara KPU Bali dengan NasDem Bali, Kamis (16/8/2018) malam, di kantor Bawaslu Bali.
Bagikan Berita Ini

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Mediasi antara KPU Bali dengan Partai NasDem di gelar oleh Bawaslu Bali, Kamis (16/8/2018) malam. Mediasi ini dilakukan usai gugatan yang dilayangkan NasDem ke KPU Bali usai dicoretnya seluruh Caleg DPRD Bali Dapil lima Buleleng oleh lembaga penyelenggara pemilu itu.

Dalam mediasi yang dilakukan Bawaslu tersebut dari pihak pemohon hadir Ketua DPW NasDem Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa dan Sekretaris, Luh Putu Nopi Seri Jayanti. Sedangkan dari pihak termohon hadir, Plh. Ketua KPU Bali, Ni Kadek Wirati, Komisioner KPU Bali, Wayan Jondra, dan Komisioner KPU Bali Ni Putu Ayu Winariati.

Menariknya, dalam mediasi yang berlangsung dua jam dan tertutup tersebut ternyata masih belum menghasilkan keputusan apapun atau buntu. Kedua pihak ternyata masih tetap dengan argumentasi masing-masing.

Baca Juga: Aktifis IMM Kecam Pernyataan Ketum PPP yang ‘Asbun’

“Ya masih tetap dengan pendapat masing-masing,” kata Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bali, Ketut Rudia usai mediasi.

Hal ini yang membuat kedua belah pihak sepakat untuk melakukan mediasi tahap kedua. Rencananya, mediasi tahap kedua tersebut akan dilangsungkan pada Senin (20/8) mendatang.

“Jadi gini, ini masih dalam proses. Permohonan itu isinya adalah isi dari gugatan itu. Dalam proses itu belum ada kesepakatan, sehingga kedua belah pihak sepakat mengunakan hak mediasi kembali,” paparnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa apabila nantinya dalam proses mediasi tahap kedua tersebut masih belum ada kesepakatan maka pihaknya akan memutuskan untuk melakukan ajudikasi atau tahap persidangan.

“Kalau tidak ada kesepakatan, ya nanti kita akan lakukan ajudikasi,” tegasnya.

Apakah dalam mediasi tersebut berjalan dengan panas. Rudia memilih menjawab secara diplomatis, ia mengaku bahwa suasana mediasi tersebut berjalan kondusif.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Kritik Pemerintahan Jokowi dari Mimbar Sidang Tahunan MPR

“Nggak suasana kondusif kok,” akunya.

Terpisah, Komisioner KPU Bali, Ni Putu Ayu Winariati memilih menolak menjawab. Ia mengaku bahwa proses mediasi tersebut masih berlangsung.

“Maaf belum bisa ya. Masih lanjut, belum ada kesepakatan antara pemohon dan termohon,” paparnya.

Saat disinggung mengenai ketidaksepakatan tersebut. Ia mengatajan bahwa pihaknya masih belum bisa memenuhi keinginan pemohon yang dalam hal ini NasDem.

Ia juga mengatakan, berdasarkan PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota Legislatif, caleg DPRD Bali dari NasDem Dapil Buleleng secara otomatis gugur seluruhnya, karena tidak memenuhi kuota 30 persen perempuan. Hal ini yang membuat rapat pleno KPU Bali menggugurkan seluruh 12 bakal caleg NasDem Dapil Buleleng pada 7 Agustus 2018 lalu.

Menurut Winariati, KPU Bali sudah konsultasi ke KPU RI agar tidak salah dalam mengambil langkah. Ternyata, KPU RI juga mendukung langkah KPU Bali untuk menggugurkan selutuh 12 caleg NasDem Dapil Buleleng.

“Termohon belum bisa memenuhi permintaan pemohon,” paparnya.

Baca Juga: Advokat UII Dukung Mahfud Bongkar Kasus ‘Kardus Durian’ Cak Imin

Walaupun begitu, pihaknya berharap di mediasi tahap kedua nanti kedua belah pihak mendapat kesepakatan. “Ya tindak lanjut nanti ada mediasi tahap dua tanggal 20 pukul 14.00 WITA, itu mediasi terakhir. Mudah-mudahan ada kesepakatan,” harapnya.

Sedangkan, Ketua NasDem Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa mengaku pihaknya masih berharap dapat mengikuti sebagai peserta pemilu di Buleleng. Bahkan, pihaknya meminta agar segera ditetapkan sebagai DCS.

“Harapan kita tentu tetap berharap untuk bisa ikut sebagaimana parpol lainnya, segera ditetapkan sebagai DCS,” paparnya. ™


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here