Bupati Luwu Minta Warga Abaikan Surat Edaran Kemenag Soal Pengeras Suara Masjid

0
5229
Bupati Luwu Minta Warga Abaikan Surat Edaran Kemenag Soal Pengeras Suara Masjid
Bupati Luwu, Andi Mudzakkar.
Bagikan Berita Ini

LUWU (TEROPONGMETRO) – Bupati Luwu, Andi Mudzakkar, menanggapi surat edaran Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, tentang aturan pengeras suara di masjid dan musalla.

Baca Juga: Yusuf Mansyur Masuk Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin

Hal tersebut disampaikan Cakka sapaan akrab Bupati Luwu saat meresmikan Masjid Al Barkah Hidayat di Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Luwu, Jumat (31/8/2018).

“Saya yang bertanggungjawab, saya minta masyarakat jangan terbebani dengan surat ederan yang ada untuk mengurangi volume radio masjid di waktu salawat, jangan!,” tegas Cakka.

Dia meminta masyarakat dan pengurus masjid agar melakukan aktivitas seperti biasanya dan yang lalu-lalu.

Baca Juga: Idrus Marham di Tahan, KPK Mulai Telusuri Aliran Dana Suap PLTU Riau ke Partai Golkar

Bupati Luwu Minta Warga Abaikan Surat Edaran Kemenag Soal Pengeras Suara Masjid
Intruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Mushalla.

Dan apabila terjadi sesuatu pada masyarakat atau pengurus masjid, Cakka meminta untuk menyampaikan jika hal tersebut atas perintahnya.

“Kita tetap saja, apa yang sudah kita lakukan dulu, yah pertahankan. Kalau terjadi sesuatu, bilang pak Bupati. Nanti saya yang dipanggil jangan kita (masyarakat),” tandasnya.

Surat edaran Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dengan nomor B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08.2018 tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid dan musalla.

Baca Juga: Ceplas-ceplos Ali Mochtar Ngabalin di Sorot Ombudsman, Ini Kata Partai Gerindra

Dimana tuntunan hanya memperbolehkan menggunakan pengeras suara di luar 15 menit sebelum waktu salat subuh dan salat Jumat. Dan lima menit sebelum waktu salat duhur, ashar dan maghrib serta pada saat azan.

Untuk waktu salat, khutbah, kuliah, dan doa hanya diperbolehkan menggunakan pengeras suara ke dalam. (am)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here