Begini Penjelasan PDI-P Soal Refly Harun Dicopot Karena Kritisi Pemerintah

0
2558
Begini Penjelasan PDI-P Soal Refly Harun Dicopot Karena Kritisi Pemerintah
Mantan Komisaris Utama PT Jasa Marga Refly Harun
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Politisi senior PDI-P Rahmat Nasution Hamka turut mengomentari pencopotan Refly Harun dari kursi empuk Komisaris Utama PT Jasa Marga. Refly baru saja diberhentikan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Refly dicopot dari jabatannya diduga karena belakangan kerap mengkritisi pemerintahan Jokowi-JK. Salah satu cuitan Refly di akun twitter pribadinya baru-baru ini dianggap offside.

Baca Juga: Ini Alasan Mahfud MD Sebut Bawaslu Bikin Kacau Pemilu

Begini Penjelasan PDI-P Soal Refly Harun Dicopot Karena Kritisi Pemerintah
Kicauan Refly Harun sebelum dicopot sebagai komisaris utama jasa marga.

“Menjadi netral itu tidak mesti selalu di tengah. Yang lebih penting, membenarkan yang dianggap benar dan mengkritik yang dianggap salah. Tentu sebatas pengetahuan yang kita punya,” cuit Refly, Selasa (4/9/2018) lalu.

Rahmat menilai, mestinya pakar Hukum Tata Negara itu menyampaikan kritik-kritiknya tidak ke publik.

Sebab, menurutnya, Refly merupakan salah satu bagian dari pemerintahan. Sehingga sekalipun ada hal yang dianggap tidak selaras sebaiknya bisa dibicarakan secara internal.

Baca Juga: Rupiah Tersungkur, DPR: Kita Harus Bersama-sama Menjaga Rupiah

“Dari dulu kan sifatnya (Refli kritis-red). Yang jelas kalau sudah jadi bagian dari pemerintah kalau ada sesuatu yang tidak cocok ya sampaikan di dalam internal,” kata Rahmat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jum’at (7/9/2018).

“Nah, itulah perlunya beretika dalam berbangsa dan bernegara, kalau memang sudah dalam koalisi ya bicarakan di dalam saja. Jangan bicara di luar apalagi di Medsos, bukan tidak boleh, tapi sebaiknya diselesaikan di dalam lebih baik,” tandasnya. (ra)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here