Konflik Kubu Anis Vs Sohibul Iman Berlanjut, H. Mujiono di Copot Sebagai Ketua PKS Bali

0
726
Konflik Kubu Anis Vs Sohibul Iman Berlanjut, H. Mujiono di Copot Sebagai Ketua PKS Bali
Ketua DPW PKS Bali, H. Hilmun Nabi' (kanan).
Bagikan Berita Ini

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera Bali, tiba-tiba diganti secara mendadak oleh DPP PKS. Namun tidak ada alasan pasti tentang pergantian itu, pergantian ini dilakukan saat kampanye pileg dan pilpres baru saja mulai berlangsung.

DPP PKS melakukan restrukturisasi besar-besaran kepengurusan DPW PKS Bali. Ketua DPW PKS Bali sebelumnya, H. Mudjiono yang terjungkal dari kursi ketua, digantikan oleh Wakil Ketua DPW PKS Bali, H. Hilmun Nabi’, dan DPP PKS langsung melakukan pelantikan pengurus baru.

Pelantikan itu sendiri berlangsung secara tertutup bagi awak media. Usai pelantikan, Sekretaris Bidang DPP PKS, Sulaiman yang melantik kepengurusan baru tersebut membantah adanya bersih-bersih di tubuh PKS Bali jelang Pilpres 2019.

“Nggak, saya kira nggak seperti itu, saya kira supaya bisa kuat ya,” katanya usai melantik jajaran DPW PKS Bali yang baru, di Hotel Praja, Renon, Denpasar, Kamis (27/9/2018) malam.

Ia mengaku bahwa hal ini merupakan revitalisasi biasa dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2019. Pun begitu, pihaknya juga mengapresiasi kinerja kepengurusan lama di bawah H. Mujiono.

“Ini biasa saja, revitalisasi, kita menghadapi Pileg dan Pilpres lebih baik lagi. Apa yang dibuat oleh pengurus lama kita patut apresiasi,” paparnya.

Bahkan dengan kepengurusan yang baru ini pihaknya optimistis PKS Bali mampu memiliki taji di Pileg 2019. Tak tanggung-tanggung pihaknya bahkan menargetkan satu kursi DPR RI, satu kursi DPRD Provinsi dan 11 kursi DPRD Kabupaten/Kota se-Bali.

“Jadi kita berharap perolehan kursi meningkat ya, provinsi satu kursi, pusat satu, kabupaten/kota 11,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Bali yang baru, H. Hilmun Nabi’ mengaku kaget dengan penunjukan sebagai ketua. Ia juga mengaku tidak mengetahui pertimbangan DPP menunjuk dirinya sebagai pemegang nahkoda PKS Bali.

“Memang terkesan mendadak, tapi kita sebagai kader siap. Apalagi ini dari DPP untuk persiapan kontestasi 2019. Kita nggak tahu apa pertimbangan DPP ya, tapi kita sebagai kader siap. Yang mengevaluasi kan DPP,” ungkapnya.

Sistem yang dianut oleh PKS, yakni sistem penunjukan serta tidak menggunakan sistem atau proses pemilihan langsung dari pengurus dalam merombak kepengurusan.(tm)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here