Hadapi Pemilu Serentak 2019, Gerindra Bali Panaskan Mesin Politiknya

0
421
Hadapi Pemilu Serentak 2019, Gerindra Bali Panaskan Mesin Politiknya
DPD Partai Gerindra Bali menggelar acara pendidikan politik di Inna Bali Heritage Hotel, Denpasar, Sabtu (8/12/2018).
Bagikan Berita Ini

DENPASAR  (TEROPONGMETRO) – Untuk semakin mempersiapkan mesin politiknya menghadapi Pemilu Serentak 2019, berbagai parpol mulai melakukan penggemblengan terhadap para kadernya yang akan bertarung di pesta politik. Seperti yang dilakukan oleh DPD Gerindra Bali yang melakukan acara pendidikan politik di Inna Bali Heritage Hotel, Denpasar, Sabtu (8/12/2018).

Dalam acara yang diikuri ratusan caleg dan fungsionaris Gerindra se-Bali yang mengambil tema “Melalui Pendidikan Politik Tumbuhkan Rasa Nasionalisme dan Kebangkitan semangat gotong royong menuju Indonesia Raya yang Adil Makmur” ini menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya Ketua Fraksi Gerindra DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Edhy Prabowo, Pengamat Politik, Kadek Dwita Apriani, dan Pakar Public Speaking, Ni Putu Santy Sastra.

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Sukarta mengatakan bahwa kegiatan ini digelar sebagai salah satu persiapan Partai Gerindra menghadapi coblosan Pemilu 2019 yang tinggal beberapa waktu lagi.

“Ini kita buat untuk persiapan menghadapi Pemilu Serentak yang tinggal empat bulan lagi,” katanya di sela-sela acara.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kegiatan pendidikan politik itu sebagai bagian dari kewajiban Gerindra sebagai parpol yang menerima dana Bantuan Politik (Banpol) dari pemerintah. Menurutnya, dana yang tersebut diharuskan untuk membangun SDM kader melalui berbagai pendidikan politik.

“Ini juga kewajiban kita sebagai parpol ya, kan kita dapat dana Banpol, ini harus digunakan untuk itu,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan pendidikan politik kader ini dipandang cukup penting, karena Partai Gerindra menargetkan hasil positif pada Pemilu 2019, khususnya di Bali.

“Kita targetkan, 2019 kita meraih suara signifikan. Kita tidak mau muluk-muluk. Yang penting, harus lebih baik dari capaian saat ini,” ujar Gus Sukarta.

Mengenai target di Pilpres sendiri, ia mengaku tidak memasang target muluk-muluk. Namun, ia mengaku pihaknya akan berusaha keras untuk memenangkan Prabowo-Sandi di Pulau Dewata ini.

“Kita terus berusaha ya, yang pasti kita optimis Prabowo-Sandi dapat simpati masyarakat Bali,” papar dia.

Anggota Komisi V DPR RI ini juga meminta kepada para kader Gerindra untuk mengawasi  Pemilu yang akan datang agar tidak ada kecurangan, dan menghindari banyaknya isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat.

“Gerindra berharap penyelanggara harus independen agar tidak ada kecurangan dalam Pemilu nanti,” katanya.

Selain itu, Gus Sukarta juga berharap kadernya untuk mematangkan persiapan Pemilu serentak yang tak lama lagi akan di selenggarakan agar menyampaikan hal-hal yang positif ke masyarakat, dan terus berusaha memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Saya berharap melalui pendidikan ini dapat memahami politik di pemilu legislatif mendatang, ikuti saja proses demokrasi yang aman dan transparan,” tandasnya.

Sedangkan, Ketua Fraksi Gerindra DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Edhy Prabowo mengatakan pihaknya berharap para kader, utamanya para caleg akan semakin solid memenangkan Gerindra dan Prabowo-Sandi di Pemilu Serentak 2019. Bahkan, pihaknya pihaknya di Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Pusat sudah merancang target pemenangan bagi seluruh caleg parpol koalisi untuk memenangkan Prabowo-Sandi di tiap dapil dimana caleg yang bersangkutan bertarung.

“Kami berharap dengan acara ini, mudah-mudahan kader kita semakin solid dan kuat, dan target pemenangan per-dapil, memenangkan Presiden tercapai,” katanya.

Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan sanksi khusus bagi para caleg, khususnya Gerindra yang tidak bergerak untuk memenangkan Prabowo-Sandi di Dapilnya masing-masing. “Sanksi sudah kita atur,” papar dia.

Namun, saat disinggung lebih lanjut mengenai bentuk sanksi yang dimaksud, ia menolak membeberkannya. Ia berdalih bahwa pihaknya tidak ingin menakut-nakuti para caleg yang sedang berbaring tersebut.

“Nggak usah ngomong sanksi dulu. Jangan takut-takuti dengan sanksi dulu, biarkan mereka bekerja, tanpa disanksi mereka akan kerja,” dalih Direktur Pengembangan Potensi Caleg Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi itu.

Pun juga saat ditanya mengenai target kemenangan bagi Bali. Edhy memilih menjawab secara diplomatis, ia mengaku pihaknya hanya menargetkan kemenangan Pilpres di Pulau Dewata.

“Menang-menang, itu target di Bali,” tukasnya. (UP/TM)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini