Dituding Titipan Istana Sebagai Ketum Pemuda Muhammadiyah, Begini Jawaban Sunanto

0
1572
Dituding Titipan Istana Sebagai Ketum Pemuda Muhammadiyah, Begini Jawaban Sunanto
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto.
Bagikan Berita Ini

LAMONGAN (TEROPONGMETRO) – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto SHI menyatakan Muhammadiyah tidak perlu diseret-seret dalam politik praktis.

“Muhammadiyah sejak awal sudah menegaskan dirinya sebagai organisasi non-politik, tapi memiliki kedekatan yang sama kepada semua partai politik,” kata Cak Nanto biasa disapa seperti dilansir pwmu.com, saat mengisi Pengajian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong di Masjid Al Abror Lembor, Lamongan, Ahad (20/1/19).

BACA JUGA: Adu Gagasan dan Ide, Prabowo Sebut Pilpres Bukan Sarana Permusuhan

Sebagai gerakan jamaah, sambungnya, Muhammadiyah perlu konsen kepada penguatan dakwah jamaah agar tidak terpecah belah. “Meski begitu bukan berarti Muhammadiyah tidak berpolitik. Tapi politik Muhammadiyah adalah memberikan ruang kepada para kadernya masuk ke partai politik dengan membawa nilai-nilai Muhammadiyah,” tuturnya.

Menurut Cak Nanto, sapaan akrabnya, Muhammadiyah memang sangat menggiurkan dan ada kekuatan yang ingin menyeret Muhammadiyah karena sikap netralnya.

BACA JUGA: KPU Bersama Bawaslu Tinjau Cetak Perdana Surat Suara di Temprina

“Politik Muhammadiyah itu tidak langsung menjurus. Tapi terbuka. Muhammadiyah memberi ruang sama dan membiarkan warganya memilih pemimpin dengan kecerdasannya. Yang pasti pedoman Muhammadiyah sudah jelas pilih yang sesuai akidah dan peduli pada nilai-nilai Islam,” tegasnya.

Ditanya terkait isu yang menerpa bahwa dirinya terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah atas pilihan Istana Cak Nanto menjawab ringan.

BACA JUGA: Kiyai Ma’ruf Amin Sebut Hoax Bencana Tsunami Teknologi

“Saya heran kenapa banyak yang mengatakan seperti itu. Padahal proses saya mencalonkan itu sangat panjang. Saya pun sudah terlibat di Pemuda Muhammadiyah sudah lama. Meskipun saya ini bukan siapa-siapa bagi Muhammadiyah, tapi saya merasa berhutang budi pada Muhammadiyah sehingga saya berusaha memaksimalkan potensi yang saya miliki untuk mengabdi di Muhammadiyah,” tandasnya.

BACA JUGA: Pembebasan Baasyir, Pengamat: Pemerintah Bukan Kompromi dengan Teroris

Melihat perbedaan cara pandang politik dengan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah sebelumnya, Dahnil Anzar Simanjuntak yang menjadi timses salah satu calon, Cak Nanto tidak merasa terbebani dengan hal itu.

“Memang itu berpengaruh pada Pemuda Muhammadiyah. Tapi saya akan menskenario rencana ke depan. Saya masih belum menunjukkan aktivitas, tapi saya yakin Pemuda Muhammadiyah menerima hasil Muktamar dengan baik serta berupaya memaksimalkan kepemimpinan saat ini. Saya yakin perjuangan ini semuanya untuk kebaikan, hanya metodenya saja yang berbeda,” ujarnya.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut

Cak Nanto berpesan untuk generasi milenial Muhammadiyah agar menggunakan hak politiknya dengan baik.

“Golput bukan pilihan terbaik. Pilihan terbaik adalah dengan memilih. Jangan gunakan hak pilihmu dengan tidak menggunakannya, karena itu berpengaruh pada masa depan persyarikatan dan bangsa. Siapa pun yang terpilih maka tugas kita adalah mengkontrol setiap kebijakan agar tetap pada rel keadilan dan kesejahteraan bagi semua,” ujarnya. (pwmu/ak)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini