KPU Bersama Bawaslu Tinjau Cetak Perdana Surat Suara di Temprina

0
1203
KPU Bersama Bawaslu Tinjau Cetak Perdana Surat Suara di Temprina
Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Arief Budiman bersama Komisioner Badan Pengawas Pemilu, Mochammad Afifuddin, meninjau dua perusahaan percetakan yang ditunjuk untuk mencetak surat suara di Kabupaten Gresik dan Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 20 Januari 2019.
Bagikan Berita Ini

GRESIK (TEROPONGMETRO) – Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Arief Budiman  bersama Komisioner Badan Pengawas Pemilu, Mochammad Afifuddin, meninjau dua perusahaan percetakan yang ditunjuk untuk mencetak surat suara di Kabupaten Gresik dan Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 20 Januari 2019.

Cetak perdana kertas suara untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 secara serentak dilakukan pada Minggu (20/1/2019).

BACA JUGA: Kiyai Ma’ruf Amin Sebut Hoax Bencana Tsunami Teknologi

Bersama dengan rombongan KPU, perwakilan KPU Provinsi Jawa Timur, dan juga KPU Gresik, Arief menyempatkan melihat secara langsung terkait proses produksi pencetakan kertas surat suara yang dilakukan di Temprina.

“Sesuai dengan penjelasan dari pimpinan perusahaan dan surat suara yang bisa dilihat sendiri, sampai saat ini sudah sesuai dengan yang ditentukan kualitas cetaknya,” ujar Arief usai melihat proses pencetakan surat suara, Minggu (20/1/2019).

BACA JUGA: Pembebasan Baasyir, Pengamat: Pemerintah Bukan Kompromi dengan Teroris

Hanya saja, pria kelahiran Surabaya, 2 Maret 1974 ini mewanti-wanti pihak perusahaan untuk bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan. Terlebih, proses pengerjaan sudah dilakukan secara modern.

“Kami tinggal tunggu kecepatan produksinya, apakah bisa tepat waktu atau tidak. Kemudian distribusinya, ini yang penting. Sebab saya meyakini, kalau produksi itu bisa cepat dan tepat waktu. Karena semua kan mesin, tinggal pencet,” ucap dia.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut

Arief berharap, semua pekerjaan pencetakan kertas surat suara dapat dilakukan sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Sehingga nantinya tidak akan mempengaruhi proses pelaksanaan Pemilu yang bakal dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang.

“Kendala yang harus diperhatikan oleh teman-teman produksi adalah, distribusi harus tepat waktu. Karena mengurusi pemilu ini beda karakteristiknya dengan mengurusi kerjaan yang lain (cetak produksi yang lain),” kata dia.

BACA JUGA: Edy Rahmayadi Mundur Sebagai Ketum PSSI, Ketua DPR: Gentle!

“Kalau mereka mencetak buku, mencetak koran, terlambat itu biasa. Kalau ngurusi pemilu, terlambat itu resikonya pemilihan bisa terganggu. Nah ini yang mereka harus hitung betul, mudah-mudahan distribusi bisa tepat waktu,” ujarnya.

Adapun surat suara diproduksi menurut daerah pemilihan (dapil). Total ada 2.400 dapil dalam pemilihan legislatif (pileg) seluruh tingkatan yang terdiri dari 20 dapil DPR RI, 140 DPRD provinsi, 2.206 dapil DPRD kabupaten/kota, dan 34 dapil DPD.

Berkenaan dengan itu, proses produksi dan distribusi sendiri direncanakan berlangsung selama 70 hari. Hal itu terhitung sejak berlakunya kontrak kerja antara perusahaan pencetakan dan KPU.

BACA JUGA: Dubes Jepang Gelar Perayaan Khusus Untuk Din Syamsuddin

Adapun, 6 perusahaan pemenang proyek pengadaan surat suara Pemilu 2019 yakni sebagai berikut:

  1. PT Aksara Grafika Pratama (DKI Jakarta)
    68.176.374 lembar (7,25 persen).
  2. PT Balai Pustaka (DKI Jakarta)
    139.894.529 lembar (14,88 persen).
  3. PT Temprina Media Grafika (Jawa Timur)
    255.019.544 lembar (27,13 persen).
  4. PT Gramedia (DKI Jakarta)
    292.019.984 (31,07 persen).
  5. PT Adi Perkasa Makassar (Sulawesi Selatan)
    77.054.270 lembar (8,20 persen).
  6. PT Puri Panca Pujibangun (Jawa Timur)
    107.714.950 lembar (11,46 persen).

Total cetak enam perusahaan : 939.879.651 lembar (100 persen). (ak/tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini