Dipenjara, Mantan Wakil Ketua DPR: Ahmad Dhani Martir Kemenangan Prabowo-Sandiaga

0
749
Ketum PBNU: Ahmad Dhani Bukan Warga NU!
Ahmad Dhani saat di PN Jakarta Selatan.
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Musisi senior Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani saat ini tengah meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur, (28/1/2019). Pentolan group band Dewa 19 itu ditahan setelah divonis bersalah dan dihukum 1,5 tahun penjara atas kasus SARA dan ujaran kebencian.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menilai apa yang menimpa sang musisi membuatnya menjadi martir bagi kemenangan Prabowo-Sandi pada Pilpres April 2019 mendatang.

BACA JUGA: Histeris, Emak-emak Teriaki Sandi Ganti Presiden di Wonogiri

“Ahmad Dhani adalah martir bagi perjuangan demokrasi yang kita yakini. Ahmad Dhani adalah martir kemenangan Prabowo-Sandiaga,” kata Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso, kepada wartawan, Selasa (29/1/2019).

Menurut Priyo, Dhani merupakan musisi hebat dan tokoh perjuangan demokrasi yang gigih. Dia pun meyakini apa yang menimpa caleg Gerindra itu adalah bukti adanya ketidakadilan di Indonesia.

BACA JUGA: Presiden Jokowi: Akan Ada 60 Jabatan untuk Perwira Tinggi Baru TNI

“Hari ini rezim penegakan hukum telah berlaku pilih kasih terhadap pejuang demokrasi yang berbeda pandangan politik seperti Ahmad Dhani. Saya prihatin terhadap situasi semacam ini,” jelas mantan wakil ketua DPR RI periode 2009-2014 itu.

“Karena terhadap kasus yang mirip ada bupati di Jateng mengata-ngatai Pak Prabowo dengan sebutan ‘hewan’ dilaporkan dan tidak diproses, kemudian menyebut Pak Soeharto guru korupsi tidak diproses dan banyak lagi,” sambung Priyo.

Cerita Malam Pertama Dhani di Penjara

Sekjen Partai Berkarya ini sebelumnya bertemu secara langsung dengan Dhani setelah sang musisi ditahan di Rutan Cipinang.

BACA JUGA: Semprot KPK, DPR: Roadmap Pemberantasan Korupsi Jangan Hanya Bagus di Atas Kertas

Priyo mengatakan Dhani banyak bercerita soal kondisi kamar sel yang dipenuhi oleh para tahanan, hingga akhirnya dia menempati sebuah ruangan berukuran 10×20 meter bersama 300 orang napi.

“Saya sempat menjenguk Ahmad Dhani dan bicara 45 menit, keadaan dia sehat-sehat saja. Ada cerita unik, karena belum dapat sel yang resmi, semalam dia tidur bergelimpangan bersama 300 tahanan lain yang tatoan seperti ikan pindang berderet di kamp penampungan di area lapas,” tuturnya.

BACA JUGA: Polemik Pernyataan Ketum PBNU, Haedar Nashir: Indonesia Milik Semua, Warga Diminta Bijak

Kendati demikian, kata Priyo, Dhani tetap menikmati kondisi tersebut. Apalagi para tahanan juga ramah terhadapnya.

Ia menambahkan bahwa Dhani juga tak mengeluh apapun melewati malam pertamanya di dalam penjara.

“Dia enjoy saja tidak mengeluh,” ujar politikus berkacamata ini.

“Tahanan lain juga menyapa dengan baik. (Tapi) ibu kandung dan kakaknya malah menunggu 4 jam belum boleh masuk. Saya mohon Bapak Jaksa Agung memberi kesempatan kepada ibu kandung dan saudaranya untuk membesuk,” pungkas Priyo.

BACA JUGA: Hati-hati! Jangan Asal “Like” Status di Medsos Bisa Kena Sanksi

Ahmad Dhani divonis bersalah oleh majelis hakim PN Jaksel karena terbukti menyuruh seseorang mem-posting cuitan terkait penista agama.

“Menyatakan terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menunjukkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA,” kata hakim ketua Ratmoho membacakan amar putusan.

BACA JUGA: Menko Polhukam: Pertahanan Indonesia Hanya Kuat di Luar, Tapi Rapuh di dalam

Sedangkan Ahmad Dhani membantah melakukan ujaran kebencian sebagaimana dinyatakan majelis hakim. Dia pum menegaskan siap menjalani proses hukum lanjutan ke tingkat banding dengan ketentuan yang berlaku.

“Saya nggak pernah merasa melakukan ujaran kebencian karena saya nggak pernah benci sama orang Tionghoa, saya nggak pernah punya record benci dengan orang Tionghoa. Saya nggak mungkin sebarkan kebencian kepada orang Kristen dan Katolik. Tante saya dan oma saya Katolik. Jadi kalau saya dianggap menyebarkan kebencian terhadap suku ras tertentu, itu salah dan saya nggak punya record itu,” tutur Ahmad Dhani setelah menjalani sidang vonis kemarin. (ra)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here