Wapres Jusuf Kalla Tegaskan Imam yang Kompeten Bukan Hanya dari NU

0
993
Jusuf Kalla Pertanyakan Caranya Mengkritik Pemerintah Tapi Tanpa Ditangkap Polisi
Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla.
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan seorang imam atau khatib tak bisa dibatasi pada suatu organisasi saja.

Hal ini disqlampaikan JK menanggapi pernyataan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj yang sebelumnya menyebut bahwa imam selain dari NU salah semua.

Dalam hukum Islam, kata JK, telah diatur kategori orang yang bisa menjadi imam.

BACA JUGA: Dipenjara, Mantan Wakil Ketua DPR: Ahmad Dhani Martir Kemenangan Prabowo-Sandiaga

“Ya.. kurang tepat kalau dikatakan itu dalam skala organisasi, tapi (diukurnya) dari siapa yang mampu. Kan sama untuk jabatan lain juga (yang dilihat) kompetensinya,” ujar JK di kantor wakil presiden Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Sementara, lanjut JK, organisasi agama di Indonesia bukan hanya NU. Ia meyakini bahwa tiap organisasi itu memiliki imam dengan kemampuan yang baik.

BACA JUGA: Histeris, Emak-emak Teriaki Sandi Ganti Presiden di Wonogiri

“Kalau disebut imam yang punya kompeten (hanya NU) ya silakan, tapi di Indonesia ini kan begitu banyak organisasi. Tentu mereka juga memiliki kemampuan yang baik,” katanya.

Karenanya, JK meminta Said mengklarifikasi pernyataan tersebut kepada publik agar tidak menimbulkan salah paham.

BACA JUGA: Presiden Jokowi: Akan Ada 60 Jabatan untuk Perwira Tinggi Baru TNI

“Saya yakin beliau arif untuk mengklarifikasi bahwa dalam hukum agama tidak terbatas hanya dari NU, tapi yang lain juga,” ucap JK.

Sebelumnya, Said menyebut warga NU harus berperan dalam berbagai bidang, salah satunya di bidang keagamaan.

BACA JUGA: Semprot KPK, DPR: Roadmap Pemberantasan Korupsi Jangan Hanya Bagus di Atas Kertas

“Harus kita pegang. Imam masjid, khatib, KUA, harus dari NU. Kalau dipegang selain NU, salah semua,” tutur Said, saat memberi sambutan di Harlah Muslimat NU ke-73 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (27/2/2019) kemarin.

Dalam rakornas Lembaga Dakwah NU, Senin (28/1/2019), ia menyatakan tak akan mencabut pernyataannya tersebut.

BACA JUGA: Polemik Pernyataan Ketum PBNU, Haedar Nashir: Indonesia Milik Semua, Warga Diminta Bijak

Ia mengatakan pernyataan itu didasari keprihatinan pada sejumlah imam yang dianggap tak mumpuni dalam berkhotbah.

Tak jarang, kata dia, para imam itu memberikan khotbah yang memuat hoaks bahkan ujaran kebencian. Said mengklaim bahwa hanya imam dari NU yang memberikan khotbah dengan benar.(ra)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here