Tiga Ujian Terberat Bagi Penyelenggara di Pilkada 2020

0
1744
Tiga Ujian Terberat Bagi Penyelenggara di Pilkada 2020
Anggota DKPP, Dr. Alfitra Salamm saat menjadi narasumber kegiatan Bimbingan Teknis Penyelenggara Dalam Rangka Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Provinsi Sulawesi Utara, Kamis 30/1/2020 di Hotel Aryaduta, Kota Manado.
Bagikan Berita Ini

MANADO (TEROPONGMETRO) – Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Dr. Alfitra Salamm mengingatkan terkait tiga ujian kepada penyelenggara pemilu. Agar mereka tidak diadukan ke DKPP.

Hal ini disampaikan saat menjadi narasumber kegiatan Bimbingan Teknis Penyelenggara Dalam Rangka Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Provinsi Sulawesi Utara, Kamis 30/1/2020 di Hotel Aryaduta, Kota Manado.

BACA JUGA: 426 Orang Tewas Akibat Wabah Corona, Lebih dari 20 Ribu Orang Terinfeksi

Menurut Alfitra, gelaran pilkada adalah ajang kontestasi. Ada kontestan-kontestan yang sedang berlaga dan penyelenggara pemilu adalah wasitnya. Sehingga sebagai wasit jangan menjadi bagian dari tim sukses para calon. Untuk itu, jangan sampai ada perpecahan diakibatkan masing-masing komisioner memihak kepada salah satu calon.

“Saya melihat di beberapa daerah saat sidang DKPP sudah muncul fenomena seperti ini. Saya berharap di Sulut tidak muncul ada ‘geng-geng-an’ di lingkungan KPU. Lima orang komisioner, tiga kesana dan dua ke sini. Saya minta semua komisioner solid untuk menyelesaikan Pilkada serentak ini” ucap Alfitra seperti dalam rilisnya yang diterima teropongmetro.com.

Alfitra menyampaikan terkait tiga ujian KPU dalam Pilkada serentak 2020. Ujian pertama bagi KPU adalah ketika proses verifikasi pencalonan dan penetapan. Hal ini adalah yang paling rawan terjadinya. Jangan sampai laporan-laporan yang masuk dalam proses pencalonan pada penetapan. Tahapan ini paling rawan, jangan sampai ada salah langkah dalam melakukan penetapan yang mengakibatkan dilaporkan oleh salah satu calon.

BACA JUGA: Perusahaan Gas Nasional Perjuangkan Penurunan Harga Gas Industri

Alfitra juga mengingatkan potensi yang timbul dalam pilkada dengan calon perorangan yang biasanya sangat tinggi.

“Hampir sebagian besar di beberapa daerah pasti masuk laporan terkait dengan rekomendasi partai. Bukti faktual calon berkaitan dengan persyaratan calon. Jangan sampai salah dalam melakukan klarifikasi calon perorangan. Belajar dari pengalaman sebelumnya,” katanya lagi.

Kemudian ujian yang kedua adalah saat masa kampanye. Sekali lagi Alfitra mengingatkan kepada semua penyelengara khususnya bagi inkamben. Salah satu yang harus dihindari adalah proses kampanye yang TSM yaitu terstruktur, sistematis, massif.

BACA JUGA: KPU Mencari PPK Yang Berintegritas, Profesional, dan Independen

“Saya mohon untuk menjaga jangan sampai laporan masuk terkait proses-proses kampanye dan pencalonan itu terbukti adanya TSM. Saya kira pilkada beberapa waktu yang lalu ada satu-dua daerah yang terbukti TSM dan dilakukan pemungutan ulang ini. Saya mengingatkan kepada teman-teman semua untuk menjaga netralitas dalam proses Pilkada tersebut,” katanya lagi.

Ujian ketiga adalah terkait netralitas Aparatus Sipil Negara (ASN). 

“Saya selalu mengingatkan karena TSM tersebut salah satunya adalah keterlibatan ASN bukan saja ASN tapi juga BUMD. Haati-hati jangan sampai ada kegiatan-kegiatan calon yang mengarah kepada TSM,” kata Alfitra.(ra/tm)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here