Begini Penjelasan Jubir Achmad Yurianto, Kenapa 3 Hari Ini Terjadi Lonjakan Covid-19

0
683
Begini Penjelasan Jubir Achmad Yurianto, Kenapa 3 Hari Ini Terjadi Lonjakan Covid-19
Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengungkapkan penyebab lonjakan kasus positif Covid-19 dalam tiga hari ini.

Dalam jumpa pers update data penanganan Covid-19 sore ini, Achmad Yurianto mengaku bahwa pemerintah telah melakukan evaluasi atas permasalahan tersebut.

BACA JUGA: DPR Bentuk Satgas Lawan Covid-19, Bantu Pemenuhan Alkes RS Lewat Aplikasi

“Beberapa hari yang lalu kita melakukan evaluasi terkait pertambahan jumlah kasus baru. Ada satu hal yang harus kita pahami, bahwa Covid-19 ini memiliki masa inkubasi yang terlama disebutkan 14 hari,” ungkap Achmad Yurianto, di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (10/4).

Namun, lanjutnya, data yang dimiliki pemerintah berbeda dengan nilai rata-rata inkubasi yang terjadi di negara lain. Dimana, masa inkubasi atau masa penularan Covid-19 di Indonesia lebih cepat.

BACA JUGA: Miris Jenazahnya Ditolak Warga, Perawat di Garda Depan Melawan Virus Corona Meninggal karena Terpapar

“Rata-rata pada kisaran 5 sampai 6 hari. Artinya, kasus positif yang kita dapatkan hari ini pun itu sebenarnya adalah kasus yang terinfeksi 5-6 hari yang lalu,” sebut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan ini.

“Oleh karena itu, penambahan kasus hari demi hari menggambarkan, mempresentasikan di 5 sampai 6 hari yang lalu,” demikian Achmad Yurianto.

BACA JUGA: Cegah Penyebaran Covid-19, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jembrana Salurkan Cairan Disinfektan

Berdasarkan data yang tercatat hari ini, jumlah kasus positif Covid-19 kembali bertambah sebanyak 219 orang. Sehingga, total kasus yang susah dirawat adalah sebanyak 3.512 kasus.

Disamping itu, ada pula tambahan 30 kasus sembuh, sehingga totalnya menjadi 282 kasus. Kemudian, untuk kasus meninggal dunia juga bertambah sebanyak26 kasus, sehingga totalnya menjadi 306 kasus.

BACA JUGA: Kena PHK, Walikota Tangerang Sarankan  Warganya Daftar Kartu Prakerja

Kamis kemarin, kasus positif bertambah 337 kasus, dan hari sebelumnya Rabu bertambah sebanyak 218 kasus.(ra/tm)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here