PHK Melonjak, DPR Sebut Bisa Menyebabkan Gejolak Sosial

0
1067
PHK Melonjak, DPR Sebut Bisa Menyebabkan Gejolak Sosial
Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay.
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Daulay mengatakan pemerintah harus mewaspadai terjadinya gejolak sosial akibat banyaknya pekerja yang di PHK.

Menururnya ditengah merebaknya wabah virus corona serta banyaknya pekerja yang di PHK bukan tidak mungkin akan terjadi gejolak sosial ditengah masyarakat.

BACA JUGA: Program Kartu Prakerja, Pemerintah Akan Pilih Acak yang Bisa Ikut Jadi Peserta

“Jika gelombang PHK semakin tinggi kemudian tingkat pengangguran semakin besar, tentu suatu waktu bisa menyebabkan gejolak sosial,” kata Saleh melalui pesan singkatnya, Selasa (14/04/2020).

Saleh menyebut pemerintah harus mengantisipasi terjadinya peningkatan angka kriminalitas akibat melonjaknya jumlah karyawan yang di PHK.

“Salah satunya, meningkatnya tingkat kriminalitas di tengah masyarakat dan itu bagian konsekuensi,” ujarnya.

BACA JUGA: Covid-19 Dapat Bermutasi, Pengembangan Vaksin Diseluruh Dunia Dinilai Akan Sia-sia

Politisi PAN itu memaparkan dalam kondisi seperti ini bisa saja orang-orang berbuat nekad untuk melakukan kejahatan akibat besarnya angka pekerja yang di PHK.

Menurutnya akibat mendesaknya kebutuhan pokok bisa menjadi pemicu orang- orang melakukan tindak kriminalitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Tentu pemerintah perlu mewaspadai meningkatnya kejahatan di tengah situasi yang seperti sekarang ini. Semua orang merasakan kesulitan dalam menutupi kebutuhan pokoknya,” paparnya.

Saleh menyarankan pemerintah untuk berkoordinasi secara baik dan intens untuk meningkatkan pengawasan kepada masyarakat.

BACA JUGA: 1,65 Juta Pekerja Sudah Kena PHK

“Pada titik ini kita berharap pemerintah bekerja sama dengan aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum. Jadi polisi diharapkan bisa mengantisipasi hal yang tidak diinginkan tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah memaparkan adanya lonjakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat merebaknya wabah virus corona.

Berdasrkan data Kemenaker, jumlah pekerja yang di-PHK sampai dengan 11 April 2020, terjadi lonjakan dan sudah mencapai angka 1,5 juta. Angka itu melonjak signifikan dari data sebelumnya pada 9 April, yang berjumlah 1,2 juta buruh.(am)


Bagikan Berita Ini




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here