Hikmah Covid 19, Dekat dengan Allah dan Manusia

0
2923
MUI Mengaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Pendataan Terkait Daftar Pesantren ‘Terafiliasi Teroris’ BNPT
Sekjend MUI, Buya Amirsyah Tambunan.
Bagikan Berita Ini

Oleh:
Amirsyah Tambunan, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dosen Pascasarjana FAI UMJ dan Wakil Ketua Majelis Wakaf PP Muhammadiyah

TEROPONGMETRO – Islam merupakan agama yang komprehensif mengatur berbagai masalah kehidupan manusia. Dimensi kehidupan yang diatur adalah akidah, ibadah, akhlak dan muamalah. Masalah muamalah dalam wabah Covid 19 manusia membutuhkan perlindungan Allah dengan dasar aqidah yang kuat. Praktik aqidah dengan santun melalui akhlak yang mulia seperti memperlakukan pasien covid 19 dengan santun, tanpa stigma negatif. Dengan dasar hubungan manusia dengan Allah (hablu minallah) Sang Pencipta, hubungan dengan sesama manusia (hablu minannas), menjadi ladang amal dalam mempraktikan ajaran Islam.

Untuk itu aqidah; asal kata aqoid, aqidatan berarti: simpul, janji, kokoh, akad, yakni akad dan perjanjian kita dengan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah. Itulah yang disebut dengan dua kalimat syahadat. Bersifat mutlak dan tak bisa ditawar-tawar lagi.

Aqidah merupakan prinsip nilai-nilai, dan cita-cita hidup yang bersumber dari Alquran dan Sunah yang diyakini secara mendalam sehingga menjadi dasar serta mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang.

BACA JUGA: Viral Video Perempuan Ini, Buka Paksa Pagar Masjid Yang Digembok Pakai Palu

Buah dari aqidah adalah ibadah; ‘abada, ya’budu, ‘ibadatan, yang berarti, mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembah, dan mengabdi kepada Allah SWT. Ibadah juga dapat berarti: ta’at, tunduk, menurut, mengikut, dan juga dapat diartikan do’a. Ibadah merupakan masalah terpokok dalam ajaran agama Islam, karena hakikat diciptakannya manusia di muka bumi ini adalah untuk beribadah.

Allah berfirman dalam al Qur’an artinya:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS: Al-Dzariyat : 56).

Dimensi muamalah dari kata amalan, yuamilu ; bergaul, berbisnis, berhubungan dengan orang lain. Jadi muamalah adalah hubungan manusia dengan manusia atau tingkah laku manusia antar sesama manusia. Muamalah merupakan ajaran yang berhubungan dengan pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat dengan akhlaqul karimah.

Dalam keadaan pandemi virus corona (COVID-19) seperti sekarang, puasa menjadi spesial karena tingkat spritual melalui ibadah puasa semakin tinggi. Secara bersamaan saat puasa menahan lapar dan haus tingkat imunitas semakin tinggi.

BACA JUGA: Empat Warganya Positif Covid-19 , Sumenep Zona Merah Baru Yang Masuk Klaster Pelatihan Haji

Jadi ibadah puasa dekat kepada Allah dan dekat dengan nilai kemanusiaan guna meraih hikmah Allah sebagaimana firman Allah:

Dalam konteks itulah sebagai orang beriman wajib memelihara diri (beriman dan bertaqwa) agar Allah memberikan hikmah Nya.

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
Artinya:
Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran
Data terbaru yang dirilis pemerintah mengungkapkan bahwa masih ada penularan virus corona yang menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Berdasarkan data hingga Jumat (24/4/2020) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 436 pasien Covid-19 di Indonesia. Hingga saat ini jumlah totalnya ada 8.211 kasus Covid-19 di Tanah Air, sejak kasus ini pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Sesungguhnya puasa mengajarkan Muslim untuk berdisiplin dengan tidak makan dan minum sejak terbit fajar (subuh) sampai tenggelamnya matahari (maghrib), tidak melakukan hubungan suami-istri, tidak berkata yang kotor, ghibah, dan lain-lain selama satu bulan.

BACA JUGA: Perawat RSUD Kota Bogor Diusir Warga, 51 Tenaga Medis Dipastikan Negatif Corona

Ibadah yang paling disiplin adalah puasa sejak imsak hingga berbuka puasa. Nilai disiplin ini hendaknya dapat menurunkan angka penyebaran Covid 19.

Untuk itu, disiplin pola makan dan istirahat dengan baik dan bisa dipraktikan berbarengan dengan menjauhi kerumunan, rajin cuci tangan pakai sabun, mengenakan masker jika terpaksa keluar rumah, dan tetap di rumah saja.

Pada bulan Ramadhan yang mulia dan penuh ampunan, penuh berkah ini, marilah kita berdoa kepada Sang Khalik Pencipta, agar wabah covid 19 segera berlalu. Sehingga kita bisa menjalankan ibadah dengan sempurna. Semoga kita mendapat pertolongan dari Allah.
Nasrun MinAllah


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini