Kasus Covid-19 Terbanyak Di Asia, Iran Buka Kembali Masjid

0
1431
Kasus Covid-19 Terbanyak Di Asia, Iran Buka Kembali Masjid
Presiden Hassan Rouhani menyampaikan pidato kepada kerumunan di pusat kota Yazd, Minggu (10/11/2019). Iran telah menemukan ladang minyak baru yang berisi 53 miliar barel minyak mentah. ( Foto: AFP / Kepresidenan Iran )
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Iran berencana membuka kembali masjid di beberapa wilayah yang secara konsisten bebas dari wabah virus corona (covid-19) menyusul pelonggaran pembatasan terhadap warga Iran secara bertahap. Demikian diungkapkan Presiden Iran, Hassan Rouhani pada Minggu (26/4/2020).

Iran, negara di Asia yang paling terpukul akibat pandemi membagi sejumlah wilayahnya menjadi area putih, kuning, dan merah. “Hal ini mengacu berdasarkan jumlah infeksi dan kematian,” kata Rouhani, menurut situs kepresidenan.

BACA JUGA: Berakhir Damai, Polisi Tetap Periksa Kandungan Bahan Pembuatan ‘Nasi Anjing’

Kegiatan di masing-masing wilayah akan disesuaikan, sehingga daerah yang secara konsisten bebas dari infeksi atau kematian akan diberi label putih. “Di wilayah itu masjid dibuka kembali dan salat Jumat bisa dilaksanakan,” kata Rouhani.

Dia mengatakan label yang diberikan pada suatu wilayah bisa saja berubah. Dia juga tidak menentukan kapan program kode warna akan berlaku.

Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi dalam wawancara dengan TV pemerintah pada Minggu mengatakan bahwa 116 kabupaten di negara itu mendapat label putih, sementara 134 berstatus label kuning.

BACA JUGA: Pejabat Korea Selatan Bantah Kematian Kim Jong Un

Warga Iran telah kembali ke toko, pasar dan taman selama sepekan terakhir karena negara itu mulai melonggarkan pembatasan menyusul jumlah kematian di bawah 100 sejak 14 April.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Kianush Jahanpur mengatakan pada Minggu, angka kematian mencapai 60 orang dalam 24 jam terakhir, sehingga menjadikan total 5.710 korban meninggal. Adapun total kasus yang dikonfirmasi mencapai 90.481. Ini menjadikan Iran sebagai negara dengan kasus terbanyak di Asia di atas Tiongkok di urutan kedua Asia sebanyak 82.827 kasus dan 4.642 kematian.

Pemerintah Iran berupaya mengedepankan perlindungan kesehatan tanpa merusak ekonomi yang sudah terpukul akibat sanksi AS. Pemerintah tidak melakukan lockdown besar-besaran seperti yang terlihat di banyak negara. Namun Iran telah menutup sekolah dan universitas, serta melarang pertemuan budaya, agama dan olahraga.

BACA JUGA: Sulit Cari Kerja, Lulusan S2 Rela Jadi ART

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed Al Nahyan pada Minggu. Keduanya membahas upaya melawan penyebaran virus dan perkembangan regional. Keduanya juga menyampaikan pesan ucapan selamat bulan suci Ramadan.(ra)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here