Ketum Barisan Relawan Nusantara Khawatir Peristiwa 1998 Bakal Terulang

0
1146
Ketum Barisan Relawan Nusantara Khawatir Peristiwa 1998 Bakal Terulang
Barasnusa.
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) Adi Kurniawan mengkritik perselisihan tiga menteri di Kabinet Indonesia Maju dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Perselisihan disebut mengemuka terkait pendistribusian bantuan sosial yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

BACA JUGA: Bantu Warga Terdampak Covid-19, Badung Siapkan BLT Untuk Warga Kelurahan

Ketiga menteri dimaksud yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dan Menteri Sosial Juliari Batubara.

Menurut Adi, tidak pantas perselisihan dipertontonkan di hadapan publik. Apalagi rakyat sedang mengalami situasi sulit akibat dampak dari pandemi Covid-19.

“Sebagai pejabat publik yang dipercaya rakyat dalam mengelola negara seharusnya melakukan kerja sama. Bukan malah mempertontonkan hal-hal yang tidak penting,” ujar Adi lewat pesan tertulisnya, Sabtu (9/5)

Adi kemudian memaparkan penilaiannya terkait pendistribusian bansos yang dilakukan pemerintah selama ini.

BACA JUGA: DPR Sebut TKA China Selalu Diperlakukan Baik, Kenapa WNI Tidak Dilindungi di Sana?

Menurutnya, bansos yang disalurkan kemensos maupun pemprov DKI Jakarta sama-sama terkesan semrawut, tidak tepat sasaran dan tidak merata.

“Perut rakyat tidak bisa ditunda. Para menteri dan pemerintah daerah tersebut seharusnya segera melakukan evaluasi secara bersamaan dan segera memperbaiki kinerja yang ada,” katanya.

Lebih lanjut Adi mendesak Presiden Joko Widodo segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh pembantunya terutama para menteri dan kepala daerah.

BACA JUGA: Klaster Baru Asrama Gereja JKI Surabaya, Puluhan Penghuninya Diawasi Ketat

Ia khawatir gejolak sosial bakal muncul jika pemerintah tidak mampu menyalurkan bantuan secara cepat dan tepat.

“Pak Presiden harus segera mengevaluasi secara menyeluruh. Saya khawatir peristiwa 1998 akan terulang. Apalagi presiden sendiri sudah mengatakan soal Indonesia akan menghadapi krisis pangan,” pungkas Adi. (ra/tm)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here