Bahar bin Smith Berulah Lagi, Kini Kumpulkan Massa di Pesantren

0
4949
Bahar bin Smith Berulah Lagi, Kini Kumpulkan Massa di Pesantren
Habib Bahar bin Smith.
Bagikan Berita Ini

BOGOR (TEROPONGMETRO) – Belum lama bebas dari penjara, terpidana kasus penganiayaan, Bahar bin Smith berulah lagi. Kini ia mendapat teguran dari petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) karena didapati mengadakan kegiatan di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Kemang, Kabupaten Bogor.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Abdul Aris, mengatakan kegiatan dakwah yang digelar oleh pria keturunan Arab dari klan Sumaith itu mengundang kerumunan massa sehingga berpotensi melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam mencegah penyebaran Covid-19.

BACA JUGA: Rizal Ramli : Batalkan Program Kartu Prakerja Rp 20 Triliun, Alokasikan untuk Defisit BPJS

“Saya perintahkan petugas untuk menelepon yang bersangkutan. Mengingatkan bahwa bagaimana pencegahan Covid-19 saat masa PSBB, jadi tidak boleh mengumpulkan massa yang banyak,” kata Aris kepada wartawan, Senin (18/5).

Aris mengaku sudah mengingatkan Bahar agar tidak berhati-hati untuk tidak mengulang kembali kegiatan yang mengundang massa di pondok pesantrennya. Bahar juga diminta untuk mengimbau para jemaahnya turut membantu pencegahan Covid-19 melalui skema yang dianjurkan pemerintah.

Meski sudah bebas, Bahar masih harus diawasi. Aris mengungkapkan pihaknya bisa meninjau ulang status Bahar yang diganjar bebas melalui program asimilasi jika ia sendiri terbukti kembali membuat kegiatan yang mengakibatkan kerumunan massa.

BACA JUGA: MUI Izinkan Sholat Idul Fitri Berjamaah Di Luar Rumah, Begini Syaratnya

“Bisa kami tinjau, apakah dicabut atau gimana, kalau diingatkan enggak denger, ya kan maksudnya udah berbeda. Kami enggak mau juga berlama-lama ngurus hal begitu,” kata Aris.

Nama Bahar bin Smith sempat menghebohkan jagat publik pada 2019 lalu karena perbuatannya menganiaya dua pemuda di kawasan Bogor. Dengan pakaian bersarung, Bahar menendang Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Auman menggunakan dengkulnya, mirip seperti gaya bela diri Muay Thai.

Keduanya dianiaya karena kedapatan berlakon bak Bahar bin Smith dan melakukan hal-hal yang disebut mencoreng harga dirinya di Bali.

BACA JUGA: Menkeu Sebut Defisit APBN 2020 Bakal Tembus Rp 1.028,5 Triliun

Banyak pihak kaget atas perbuatannya tersebut, terlebih karena ia sendiri seorang pendakwah dan pengasuh pondok Pesantren. Akibat perbuatannya, pendakwah asal Manado itu divonis tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider satu bulan penjara pada 9 Juli 2019.

Namun keberuntungan menghampiri dirinya. Pada Sabtu (16/5) kemarin ia bebas bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, lewat program asimilasi. Padahal, ia baru menjalani setengah masa pidananya.

BACA JUGA: Ketua Gugus Tugas: Sangat Mungkin Kita Selamanya Hidup dengan Covid

Setelah bebas, pria yang kerap dipanggil Habib ini dijemput oleh Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif, Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin, dan sejumlah orang lainnya. Ia langsung menuju ke Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin.

Bahar disambut kerumunan orang tanpa mengenakan masker dan tanpa menjaga jarak di tempat itu. Ia berdiri dari atas mobil sambil menyapa massa yang berada di sisi kanan dan kiri jalan menuju rumahnya.

BACA JUGA: PSBB DKI Diperpanjang, Pemprov Imbau Sholat Eid di Rumah

Menggunakan masker dan menjaga jarak merupakan langkah untuk mencegah penularan virus antar manusia guna meminimalisir terjadinya kasus positif baru.(akh)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini