Disperindag Denpasar Gencar Sosialisasikan PKM Protokol Kesehatan Berniaga ke Pelaku Bisnis

0
2247
Disperindag Denpasar Gencar Sosialisasikan PKM Protokol Kesehatan Berniaga ke Pelaku Bisnis
Disperindag Denpasar Gencar Sosialisasikan PKM Protokol Kesehatan Berniaga ke Pelaku Bisnis (FOTO: Humas Pemkot Denpasar)
Bagikan Berita Ini

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Dalam upaya mempercepat pemutusan mata rantai pandemi Covid-19 Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar secara berkelanjutan mensosialisasikan Perwali penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) Protokol Kesehatan Berniaga bagi pasar tradisonal, toko, swalayan, IKM/UKM, Distributor, SPBU dan toko bangunan.

“Kami terus melakukan sosialisasi ini untuk mempercepat pemahaman bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha dalam rangka pemutusan mata rantai COVID-19,” kata Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari di Denpasar, Selasa.

BACA JUGA: Karyawan ini Tega Merampok Minimarket Tempat Kerjanya Untuk Bekal Mudik

Ia mengatakan langkah sosialisasi ini agar semua pelaku usaha mendapat informasi tentang PKM Protokol Kesehatan Berniaga, Kegiatan tersebut dilakukan secara menyebar sesuai bidangnya masing-masing. Dalam satu hari sosialisasi ada yang ke mal, distributor, IKM/UKM dan toko bangunan.

“Sedangkan untuk pasar tradisional atau pasar tradisional akan dilakukan pada Rabu (20/5),” katanya.

Lebih lanjut Sri Utari mengatakan dalam sosialisasi pihaknya memberikan imbauan agar para pelaku usaha untuk mengatur jarak aman bagi konsumen supaya tidak terjadi antrean dengan rentang jarak minimal 1,5 meter.

Pelaku usaha wajib menyiapkan hand sanitezer dan disinfektan serta tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Membatasi jumlah kerumunan konsumen. Pedagang pasar rakyat wajib memakai masker, perlindungan wajah/face shield, sarung tangan karet/hand scoon dan menjaga barang-barang yang diperjualbelikan tetap higienis.

“Agar pelaku usaha paham tentang penerapan PKM, maka kami mensosialisasikan kepada pelaku usaha seperti toko, swalayan, IKM/UKM, Distributor, SPBU dan toko bangunan  dan Forum Pasar Tradisional,” ungkapnya.

BACA JUGA: Inggris Keluarkan Rejim Tarif Baru Pasca Brexit

Ia mengatakan pelaku usaha atau karyawan, petugas wajib memakai masker dan sarung tangan. Membatasi jam operasional tempat usaha sampai pukul 21.00 wita. Turut menjaga stabilitas ekonomi dan kemampuan daya beli konsumen barang dengan tidak menaikkan harga barang.

“Diupayakan menggunakan uang elektronik untuk transaksi pembayaran. Pelaku usaha wajib menyiapkan hand sanitizer di meja kasir dipergunakan oleh kasir dan konsumen setelah melakukan transaksi tunai dan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di areal tempat usaha,” ucapnya.

Tidak hanya sosialisasi protokol kesehatan, Sri Utari mengharapkan selama pandemi COVID-19 pihaknya juga telah membantu mempromosikan produk-produk UKM. Contohnya mempromosikan memproduksi masker para UKM.

“Kami Disperindag selama pandemi COVID-19 membantu untuk mempromosikan produksi UKM maupun lembaga masyarakat di Denpasar,” ujarnya.

BACA JUGA: Jokowi Sampaikan Terima Kasih kepada Ormas Islam Bantu Pemerintah Tangani COVID-19

Dalam mempromosikan produk para pelaku usaha pihaknya memanfaatkan media online. Bahkan untuk ke depan pihaknya juga akan koordinasi dengan Badan Kreatif Kota Denpasar agar produk-produk seluruh pelaku usaha yang ada di Denpasar bisa mempromosikan produknya melalui website @makindekat https://makindekat.com.

Dengan adanya sosialisasi ini, Perwali Nomor 32 Tahun 2020 juga diinformasikan ada sanksi yang mengatur terhadap pelanggaran yang terjadi, namjn sanksinya lebih kepada sanksi administrasi, mulai dari   teguran lisan, tertulis, penghentian sementara kegiatan usaha,  penutupan kegiatan usaha hingga pencabutan ijin usaha.

Ditambahkan penerapan Perwali PKM ini ditujukan untuk mempercepat penanaganan covid 19 di Kota Denpasar, dia mengajak masyarakat khususnya pelaku usaha bisa memberikan contoh untuk disiplin dalam mengikuti perwali PKM, sehingga mata rantai covid 19 dapat segera diselesaikan dan roda perekonomian bisa segera pulih kembali.(ant/up)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini