Jusuf Kalla Minta Rumah Ibadah Segera Dibuka

0
4820
Jusuf Kalla Sebut Presiden Pengganti Jokowi Bayar Bunga Utang saja Rp 400 Triliun
Jusuf Kalla (JK).
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla meminta tempat ibadah dibuka lebih dulu daripada perkantoran, pasar maupun pusat perbelanjaan.

“Jadi kenapa masjid dahulu yang dibuka sebelum yang lain?, karena suatu negara harus ada rohnya, roh keagamaan kita mesti berdoa, nanti setelah ini baru kantor, mal bisa buka, setelah masjid dan hari Minggunya gereja buka silahkan yang lain buka,” kata JK usai meninjau persiapan normal baru di Masjid Agung Al Azhar Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2020).

BACA JUGA: Klaster Baru Gereja HOG Eden Park di Batam, 35 Jemaat dan Pendeta Positif Corona

Mantan Wakil Presiden RI tersebut mengatakansebuah bangsa harus mempunyai roh, sebagaimana dalam sila pertama Pancasila yang menyebutkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bangsa Indonesia juga memperingati 1 Juni sebagai Hari Pancasila. Karena itu setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dibuka maka doa akan menjadi roh bagi kota tersebut untuk memulai hidup normal baru.

“Buat apa kita peringati 1 Juli Hari Pancasila, kalau sila pertamanya itu Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata JK.

BACA JUGA: Wakil Wali Kota Surabaya Dikarantina, Diduga Tertular Virus Corona

Ia menyebutkan masjid memenuhi tiga unsur protokol kesehatan untuk bisa dibuka kembali menjalankan ibadah berjamaah.

Tiga unsur tersebut, yakni jamaah bisa shalat menggunakan masker, shalat dilakukan dengan menjaga jarak fisik dan cuci tangan sebelum ke masuk masjid (wudhu).

“Tempat paling disiplin protokol kesehatannya adalah rumah ibadah, makanya dibuka pertama adalah masjid,” kata JK.

BACA JUGA: KPU Denpasar Salurkan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

Menurut Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu akan ada 3.000 masjid yang siap dibuka seiring mulai membaiknya angka kasus di 121 daerah di Indonesia. Termasuk DKI Jakarta juga menunjukkan angka penurunan kasus walau tidak signifikan.(ra)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini