Perih, Alokasi Dana Corona seperti Ditutupi sementara Insentif Petugas Kesehatan Belum Cair

0
1452
Perih, Alokasi Dana Corona seperti Ditutupi sementara Insentif Petugas Kesehatan Belum Cair
Petugas medis yang sedang istirahat sejenak di sebuah RS, ditengah pandemi covid-19.
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Gelontoran dana ratusan triliun rupiah terus menerus disampaikan pemerintah untuk menghadapi gelombang darurat ekonomi. Namun demikian, publik tidak tahu persis strategi seperti apa yang sebenarnya sedang ditempuh.

“Kita hanya disajikan meroketnya angka kosong asumsi APBN Darurat Covid-19, dari Rp 405,1 triliun menjadi Rp 905,1 triliun,” ujar aktivis pergerakan Haris Rusly Moti, Selasa (23/6).

BACA JUGA: Komisi II DPR Minta Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 Harus Perhatikan Protokol Kesehatan

Tidak hanya strategi pemerintah yang masih bersembunyi atau disembunyikan, pemerintah juga terkesan menutup informasi terkait alokasi APBN Darurat Covid-19 untuk selamatkan oligarki korporasi besar yang sekarat akibat kredit macet.

Sementara di satu sisi, kondisi penanganan Covid-19 memprihatinkan. Sebab, gembar-gembor dana insentif untuk dokter dan petugas kesehatan yang dijanjikan oleh pemerintah masih belum cair.

“Sangat perih. Bahkan santrinya Kiai Cholil Nafis juga ditarik duit Rp 400.000 untuk rapid test,” kesal mantan ketua umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu.

BACA JUGA: Sosialisasi Webinar KPU Sumbar Disusupi Orang Tak Dikenal Dan Muncul Video Terlarang

Rapid test berbayar tinggi itu bukan saja memprihatinkan. Tapi juga menyisakan tanda tanya di tengah masa-masa sulit prekonomian yang banyak dirasakan semua lapisan masyarakat.

“Semakin aneh, karena pemerintahan malah mengutamakan subsidi Rp 2,78 triliun untuk industri biofuel-nya oligarki sawit,” tutupnya. (ra)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here