Jokowi Ancam Reshuffle, Tito Sebut Jabatan Itu Amanah Dari Allah

0
1794
Jokowi Ancam Reshuffle, Tito Sebut Jabatan Itu Amanah Dari Allah
Mendagri Tito Karnavian saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi II DPR di Gedung Nusantara, Senayan, Selasa (26/11/19).
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keluhannya terhadap kinerja menteri di kabinet yang ia pimpin. Jika masih ada yang kinerjanya jelek maka mantan gubernur DKI Jakarta itu, tidak segan-segan akan melakukan ‎reshuffle.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, soal reshuffle adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Sehingga dirinya hanya bisa berserah diri ‎kepada kehendak ilahi.

BACA JUGA: Besok Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, Ini Rinciannya

“Jadi sekali lagi saya hanya bekerja saja. Masalah yang lain-lain jabatan itu di tangan Allah SWT dan keputusan hak prerogatif Bapak Presiden,” ujar Tito di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/6).

Sementara mengenai Anggota Komisi II DPR yang juga politikus Johan Budi yang meminta Presiden Jokowi tidak melakukan reshuffle terhadap dirinya. Tito mengatakan dirinya tidak nyaman dengan yang disampaikan Johan Budi.

“Kemarin ada yang menyampaikan itu saya agak sedikit kurang nyaman mengenai masalah isu reshuffle. Nanti saya dikira ada pesanan dari saya, padahal tidak,” katanya.

BACA JUGA: WHO Kirim Tim Ke Tiongkok Investigasi Asal Usul Covid-19

Tito juga mengetahui, yang diucapkan Johan Budi adalah spontan. Namun ia menegaskan itu bukan atas keinginan dirinya. Terpenting dirinya sebagai pembantu Presiden Jokowi hanya fokus pada tugas-tugas yang telah diamanahkan.

“‎Saya sebagai Mendagri hanya bekerja saya. Saya paham tugas saya sebagai Mendagri salah satunya untuk mengawal Pilkada ini bisa berlansung transparan adil dan lancar,” ungkapnya.

Diketahui, Presiden Jokowi dalam sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020 lalu memberikan teguran keras kepada para menteri dan pimpinan lembaga negara yang lambat dalam merealisasikan kebijakan penanganan Covid-19.

BACA JUGA: Survei LKSP Sebut Muhammadiyah Dan PKS Dinilai Lebih Peduli Saat Pandemi

Presiden bahkan menyinggung opsi perombakan kabinet atau reshuffle di depan para menteri Kabinet Indonesia Maju pada sidang kabinet itu.

Dalam pengarahannya, Presiden menyampaikan rasa kecewanya terhadap kinerja para menteri yang dinilai belum memberikan progres kemajuan yang signifikan.

“Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran kemana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan,” kata Presiden dalam video yang diunggah melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6). (akh)


Bagikan Berita Ini


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here