Pengamat Sebut Tiga Kementerian Ini Potensi Direshuffle Jokowi

0
1972
Neraca Perdagangan Surplus, Jokowi Apresiasi Kementerian Perdagangan
Presiden Joko Widodo.
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Pengamat Politik dari Lembaga Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyebut ada tiga pos Kementerian yang berpotensi dilakukan reshuffle oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyusul amarah Jokowi kepada para menterinya pada sidang paripurna kabinet, Kamis (18/6) lalu.

Menurutnya, reshuffle disinyalir tidak hanya menilai kinerja menteri yang tergagap karena pandemi, namun penilaian itu telah Jokowi lakukan sejak hari pertama mereka mulai menjabat sebagai menteri.

BACA JUGA: Melesat Tajam, Jumlah Korban Covid-19 Tembus 55.092 Orang

“Faktor reshufflenya bukan saja karena kelambanan kinerja kabinet merespons wabah Covid-19, tapi memang soal kinerja mereka umumnya sejak hari pertama dilantik sebagai menteri,” kata Ray, Senin (29/6/2020).

Adapun tiga pos Kementerian yang menurutnya patut dicermati dalam rencana reshuffle ini, pertama, pos Kementerian Ekonomi.

“Ada ketidakpuasan cukup dalam pada presiden pada kinerja ekonomi kita selama 3 bulan terakhir dan kemampuan mereka menjawab tantangan resesi dunia,” kata Ray.

BACA JUGA: Mantan Menpora Imam Nahrawi Divonis Tujuh Tahun Penjara, Hak Politik Dicabut

Kedua, pos Kementerian yang berhubungan langsung dengan penanganan Covid-19. Pos ini dinilai kuat akan terjadi reshuffle karena merupakan kementerian yang paling terlihat kinerjanya menghadapi pandemi. Pandemi rupanya tak hanya berdampak pada kesehatan dan ekonomi masyarakat, tapi juga kinerja menteri.

“Menkes dan Mensos masuk dalam pos ini,” ujar Ray.

Ketiga, Pos kementerian yang berhubungan dengan penegakan hukum. Selama ini lazim diketahui Kementerian hukum kerap mendapat kritikan publik karena dinilai banyak kebijakannya yang kontroversial, seperti pembebasan ribuan napi, termasuk soal pembentukan tim hukum PDIP atas kasus Harun Masiku.

BACA JUGA: Ternyata Walikota Surabaya Sudah Tiga Kali Bersujud di Forum Terbuka

“Tiga pos inilah kemungkinan akan jadi bidikan untuk direshuffle oleh presiden. Tapi baiklah, kita cermati dalam dua atau tiga bulan ke depan. Selalu ada arah angin berbalik,” kata Ray.

Aktivis jebolan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini memprediksi reshuffle tidak akan terjadi secara tergesa-gesa. Hal itu berkaca pada era kepemimpinan Jokowi di periode awal yang merombak kabinetnya setelah setahun mereka bekerja.

“Oktober 2020 depan adalah masa satu tahun priode itu. Jadi, besar kemungkinan reshufflenya akan dilaksanakan sekitar Desember atau awal Januari,” pungkasnya.(ra)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here