Jelang Coklit, KPU Denpasar Bimtek Pemutakhiran Data Pemilih Pilkada 2020

0
1380
Jelang Coklit, KPU Denpasar Bimtek Pemutakhiran Data Pemilih Pilkada 2020
Bimtek Pemuktahiran Data Pemilih bagi PPK dan PPS se Kota Denpasar di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Sabtu (11/7/2020).
Bagikan Berita Ini

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Dalam rangka menyukseskan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemuktahiran Data Pemilih bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kota Denpasar di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Sabtu (11/7/2020).

Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsa Jaya mengatakan sesuai dengan tahapan pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) yang akan dilaksanakan mulai 15 Juli sampai 13 Agustus 2020.

BACA JUGA: Kematian Pasien COVID-19 di Jatim Tinggi Sekali, Apa Masalahnya?

“Bimtek ini kami lakukan di tingkat kecamatan dengan menghadirkan 5 (lima) PPK dan 3 anggota PPS di 4 Kecamatan. Dan selanjutnya mereka akan menggelar Bimtek kepada Panitia Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) di masing-masing wilayahnya,” kata Arsa Jaya.

Selain itu, lanjut Arsa Jaya dalam pelaksanaan Bimtek KPU membentuk 2 (dua) gelombang yaitu gelombang pertama bimtek kepada PPK Denbar dan Denut pada pagi hari yang disertai pelantikan pergantian antar waktu (PAW) PPK Denpasar Utara yang mengundurkan diri dan dilanjutkan gelombang kedua pada PPK dan PPD Denpasar Timur dan Denpasar Selatan.

BACA JUGA: Menteri Agama Sebut Istiqlal Tidak Gelar Salat Idul Adha 1441 H

Dalam metediologi Bimtek selain memberikan materi mekanisme proses pemuktahiran data pemilih, kami juga melakukan simulasi pencocokan dan penelitian (coklit) dengan memberikan perlakukan jenis pemilih berdasarkan hasil coklit, seperti pemilih tidak memenuhi syarat (TMS), memenuhi syarat (MS), serta pemilih baru.

Kata dia dalam proses coklit PPDP akan memeriksa semua elemen data pemilih, sehingga jika ada yang tidak sesuai dengan KTP maka akan dilakukan perbaikan sesuai apa yang tidak sesuai dengan memberikan tanda atau kode berdasarkan faktual.

BACA JUGA: Tragis! Nasib ABK WNI Tak Seberuntung TKA Cina Di Indonesia

Dalam pelaksanaan proses pencoklitan PPDP akan membawa data pemilih tiap TPS dalam bentuk model A-KWK dan jika terdapat pemilih baru atau yang belum terdaftar di model A.KWK seperti pemilih pemula, belum 17 tahun tapi sudah pernah kawain, atau pemilih yang berubah status Polri atauTNI maka PPDP akan mendaftar pemilih tersebut di formulir model A.A-KWK .

Ia juga mengungkapkan, dalam coklit PPDP akan mencatat semua pemilih dalam satu keluarga dalam bentuk formulir A.A.1 KWK untuk sebagai bukti bahwa pemilih tersebut telah terdaftar yang dibuktikan dengan tanda tangan PPDP dan kepala keluarga atau perwakilan dan untuk memastikan bahwa sudah terdaftar PPDP akan memasang stiker model A.A.2-KWK di rumah warga.

”Guna memudahkan klasifikasi pemilih disabilitas saat ditemui saat proses coklit , PPDP mempedomani kategori kelompok disabilitas penyandang disabilitas fisik, intelektual, mental, dan sensorik,” jelasnya.

BACA JUGA: Gelar Webinar, BPJAMSOSTEK Bahas Kebaruan Layanan Di Era New Normal

Hasil coklit yang dilakukan oleh PPDP akan dituangkan kedalam formulir model A.A.3-KWK selanjutnya diserahkan ke PPS dan direkap serta di plenokan dan selanjutnya diteruskan ke PPK untuk disampaikan ke KPU dilakukan pengimputan atau aploud berdasarkan hasil coklit dan perlakuan pemilih oleh PPDP.

Untuk diketahui, tahapan pemuktahiran data dan penyusunan daftar pemilih merupakan salah satu tahapan yang sangat krusial dan strategis bagi terselenggaranya Pilkada dan berdampak pada penentuan jumlah TPS dan alokasi logistik.(ra)


Bagikan Berita Ini