Tragis! Nasib ABK WNI Tak Seberuntung TKA Cina Di Indonesia

0
708
Gambar kiri nampak kedatangan TKA asal Cina di Indonesia, sedangkan gambar nampak kanan penurunan jenazah ABK Indonesia dari Kapal Penangkap Ikan Cina
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Kezaliman diperlihatkan penguasa saat TKA Cina dikasih karpet merah untuk bekerja di Konawe, Sulawesi dan Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal Cina jadi mayat dan ditaruh di freezer.

Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi dalam pernyataan kepada Awak Media Jumat (10/7/2020). “Masyarakat menolak TKA Cina tetapi tidak dihiraukan penguasa,” ungkapnya.

BACA JUGA: Gelar Webinar, BPJAMSOSTEK Bahas Kebaruan Layanan Di Era New Normal

Kata Muslim, ABK Indonesia yang bekerja di kapal Cina diperlakukan sangat kejam. “Tidak ada suara protes secara resmi dari pemerintah Indonesia,” jelas Muslim.

Menurut Muslim, pemerintah Indonesia harus menarik seluruh ABK Indonesia yang bekerja di kapal Cina. “Bangsa Indonesia masih membutuhkan ABK untuk dikerjakan di berbagai perusahaan kapal di Indonesia,” ungkap Muslim.

Petugas gabungan menangkap dua kapal ikan berbendera Cina yang di dalamnya banyak mempekerjakan tenaga WNI. Dari 22 orang WNI, satu orang meninggal ditemukan jenazahnya disimpan di peti pendingin alias freezer yang dipakai untuk mengawetkan ikan di kapal itu.

Sebelumnya informasi beredar di medsos yang memperlihatkan ABK WNI tengah menggotong jenazah rekannya.

BACA JUGA: Menteri Agama Serukan Toleransi Lewat Keluarga dan Agama

Akhirnya TNI/Polri bersama instansi lainnya menelusuri informasi tersebut.
Apalagi isu perbudakan modern di kapal ikan Cina sedang hangat diperbicangkan di tanah air, setelah video pelarungan jenazah beberapa waktu lalu.

Danlantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Indarto Budiarto menjelaskan, proses penangkapan bermula pada saat Kepala BIN daerah (Kabinda) menginformasikan kepada pihak Polda Kepri terkait kabar dari keluarga salah satu ABK bahwa keluarganya tidak bisa dihubungi.

“Disinyalir terjadi penganiayaan sehingga mengakibatkan yang bersangkutan meninggal dunia,” ujar Indarto seperti dilansir dari batamnews, Rabu (8/7/2020).


Bagikan Berita Ini