Pandemi Covid-19, Nama Prabowo Menjadi Sosok Yang Paling Kuat Sebagai Calon Presiden di Pemilu 2024

0
1080
Pandemi Covid-19, Nama Prabowo Menjadi Sosok Yang Paling Kuat Sebagai Calon Presiden di Pemilu 2024
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Bagikan Berita Ini

JAKARTA(TEROPONGMETRO) – Hasil survei yang dilakukan oleh Center for Political Communication Studies (CPCS) menunjukkan peta politik pada Pemilu 2024 mengalami perubahan.

Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak terhadap perekonomian, melainkan terjadi perubahan signifikan dalam peta elektoral menuju Pemilu 2024. Nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi yang terkuat sebagai calon presiden.

BACA JUGA: Muhammadiyah Tegaskan Virus COVID-19 Itu Nyata, Bukan Konspirasi

“Tiga tokoh muncul sebagai kekuatan utama dalam pertarungan memperebutkan posisi calon presiden 2024, yaitu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,” kata Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta S K dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Menurut dia, Prabowo yang merupakan mantan calon presiden pada Pilpres 2019, masih bertengger di urutan pertama, meskipun mengalami penurunan dari survei yang dirilis CPCS pada Maret 2020.

Elektabilitas Prabowo mencapai 18,4 persen, turun dari survei sebelumnya sebesar 22,7 persen. Sebaliknya Ganjar dan Kang Emil sama-sama mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

BACA JUGA: Turki Fungsi Hagia Sophia Jadi Masjid, Paus Fransiskus Amat Tertekan

Elektabilitas Ganjar naik dari 8,5 persen menjadi 13,5 persen, sedangkan Kang Emil naik dari 5,8 persen menjadi 11,3 persen atau hampir dua kali lipat.

Demikian pula dengan urutan kedua gubernur tersebut, di mana Ganjar sebelumnya hanya berada di posisi keempat naik menjadi posisi kedua, dan Kang Emil naik dari posisi kelima kini berada di posisi ketiga.

Menurut Okta, kenaikan elektabilitas Ganjar dan Kang Emil tidak bisa dilepaskan dari posisi keduanya sebagai kepala daerah kaitannya dengan penanganan pandemi COVID-19 di daerahnya.

Banyak kebijakan yang diserahkan oleh pemerintah pusat kepada daerah dalam pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan upaya lain, seperti pembagian bansos dan penanganan kesehatan.

BACA JUGA: Menhan atau Mentan? Yang Penting Prabowo Berprestasi Agar Tidak Disalip Para Pesaingnya Ini

Hal ini terlihat pula dari kenaikan elektabilitas dua kepala daerah lainnya, yaitu gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Elektabilitas Khofifah mencapai 3,4 persen, naik dari sebelumnya hanya 1,1 persen. Sedangkan Risma naik dari 2,9 persen menjadi 3,3 persen.

Pengecualian hanya dialami oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang turun dari 13,8 persen menjadi 10,6 persen. Demikian pula dengan posisinya yang anjlok dari urutan kedua kini hanya berada di posisi keempat.

“Meskipun Anies rutin tampil ke publik selama pandemi, tetapi persepsi yang berkembang ternyata berbanding terbalik,” jelas Okta.

BACA JUGA: GTPP Covid-19 Kota Denpasar Berikan Sosialisasi Dan Edukasi Tatanan Kehidupan Era Baru Pada masyarakat

Penurunan juga dialami oleh tokoh-tokoh yang tidak menjabat kepala daerah. Sandiaga Uno, mantan calon wakil presiden pasangan Prabowo, merosot dari 12,1 persen menjadi 9,3 persen dan tergeser dari posisi ketiga menjadi urutan kelima. Demikian pula tokoh-tokoh berlatar belakang menteri dalam kabinet, yaitu Erick Thohir, Mahfud MD, dan Airlangga Hartarto.

Erick Thohir (Menteri BUMN) turun dari 4,1 persen menjadi 3,1 persen, Mahfud MD (Menko Polhukam) dari 1,6 persen menjadi 1,4 persen, dan Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian dan ketua umum Partai Golkar) dari 1,2 persen menjadi 1,0 persen. Lalu ada ketua DPR Puan Maharani yang juga turun dari 3,6 persen menjadi 2,4 persen.

Sedangkan ketua umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sedikit mengalami kenaikan dari 1,4 persen menjadi 1,8 persen. Lalu mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, dari sebelumnya 0,6 persen naik menjadi 1,1 persen.

BACA JUGA: Muchdi PR Dan Badarudin Picunang Gagal Kudeta Tommy Soeharto Melalui Munaslub

Tokoh-tokoh lain hanya memiliki elektabilitas di bawah 1 persen, dan sisanya tidak tahu/tidak menjawab sebanyak 16,4 persen.

Survei CPCS dilakukan pada 21-30 Juni 2020, dengan jumlah responden 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

Survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (ra)


Bagikan Berita Ini